( ROHANI ISLAM )


Sumber : http://indahnyamutiaraqolbu.blogspot.com/2012/04/10-pintu-rezeki.html
Kuliah Inspirasi dan Motivasi
ARTI KEHIDUPAN 1. Hidup
semata mata bukanlah hanya untuk bekerja, berumah tangga atau bersenang
senang dengan harta yang dimiliki , Hidup juga bukanlah hanya untuk
berkeluh kesah dalam kemiskinan kemudian mati dengan ketidak berdayaan
2. Karena hidup adalah untuk yang maha hidup, walau dalam menuju
kehidupan maha hidup harus melewati gerbang kematian dunia 3. Jadi jelas
bahwa sesungguhnya yang dituju oleh manusia adalah akhirat karena cepat
atau lambat, suka atau tidak suka semua manusia pasti dalam perjalanan
menuju kesana PROSES KEHIDUPAN Allah menciptakan sesuatu secara bertahap
yaitu melalui proses yang berkesinambungan Seperti proses manusia
diciptakan dari mulai berbentuk air, janin, bayi, anak anak, dan
akhirnya menjadi dewasa Tumbuh2an dari mulai biji, tunas, batang, daun
dan sampai berbunga dan berbuah Karena itu kualitas manusia didunia
ditentukan oleh sejak mulai dalam kandungan seperti seorang ibu memakan
makanan yang baik, bergizi agar bayinya sehat Selanjutnya anak diberi
bekal pendidikan yang cukup agar ia menjadi orang yang berhasil Tumbuhan
pun demikian dipelihara, diberi pupuk, disiram, dilindungi dengan nati
hama agar kualitas bunga dan buah menjadi baik Karena itu kualitas
manusia diakherat ditentukan setelah ia melalui proses ujian demi ujian
terhadap ketaatannya pada Allah selama menjalani kehidupan didunia
TUJUAN HIDUP Setelah kita mengetahui arti kehidupan manusia serta
kualitas manusia ditentukan oleh suatu proses maka selanjutnya adalah
apa arti tujuan hidup manusia ? Tujuan hidup manusia pada hakikatnya
adalah untuk mencari dan mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya bagi
kehidupan yang abadi yaitu kehidupan di akherat kelak Semakin banyak dan
tinggi perbekalan maka semakin tinggi tingkat kemuliaannya disisi Allah
Seperti bekal pendidikan yang cukup akan mengantarkan manusia pada
kesuksesan hidup didunia dan terhormat dimata manusia lainnya Karena itu
kehidupan didunia adalah arena mengumpulkan pahala bagi kehidupan di
akherat kelak Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan dunia ini menjadi 3
bagian : Pertama : Sebagian dunia bagi orang mukmin Kedua : Sebagian
lagi untuk orang munafik Ketiga : Sebagian lagi untuk orang kafir
Pertama : Orang mukmin akan selalu menyiapkan perbekalan Kedua : Orang
munafik akan selalu menjadikan dunia sbg perhiasan Ketiga : Orang
kafir/musryik akan selalu menjadikan dunia sebagai tempat bersenang
senang TEMPAT MENCARI PAHALA Melalui Jalur “ Hablum Minnallah “ (
seperti wajib mengerjakan sholat, Puasa dan meninggalkan segala bentuk
larangan dan melaksanakan sesuatu yang diperintahkan ) Melalui Jalur “
Hablum Minnanas “ ( seperti berbuat baik kepada sesama manusia,
binatang, alam dsb ) Barang siapa yang patuh melaksanakan ketentuan
tersebut diatas karena semata mata karena Allah, maka ia akan disebut
orang bertaqwa dan memperoleh pahala yang tiada terhingga . Karena dalam
kedua jalur inilah Allah menguji ketaatan manusia untuk mematuhi aturan
aturan hidup yang ditentukan olehnya dalam Al’quran maupun hadist
PERLENGKAPAN MANUSIA Allah melengkapi manusia dengan panca indera (
mata, telinga hati bukan tanpa tujuan. Perlengkapan ini merupakan sarana
bagi Allah untuk menguji manusia apakah dalam setiap kondisi baik buruk
ia mampu taat mengikuti aturan Allah Orang orang negatif disekeliling
kita harus kita pandang sebagai ujian Allah, bila kita mampu
menghadapinya tanpa emosi dan nafsu maka kita lulus dalam ujian Allah
namun bila kita gagal maka gagallah atas ujian yang diberikan Ingat
Kepuasan sejati bukanlah menuruti hawa nafsu tapi kepuasan sejati adalah
keberhasilan menahan diri untuk tidak mengikuti hawa nafsu BENTUK UJIAN
Semua masalah baik hubungan dengan Allah seperti malas Sholat, maupun
hubungan dengan manusia seperti menghadapi orang yang menyebalkan adalah
bentuk betuk ujian Allah Bila kita bersikap sesuai kehendak Allah dan
Rasulnya dalam menghadapi ujian maka kita disebut orang yang lulus dan
bertaqwa tapi bila sebaliknya maka kita orang yang gagal dalam kehidupan
Semua hamba Allah termasuk para kekasih Allah tidak ada yang dibiarkan
tanpa rintangan, seperti contoh Nabi Ibrahim diperintahkan menyembelih
putranya, Nabi Ayub diberikan penyakit yang sangat menular, Nabi
Muhammad dimusuhi sanak keluarganya dll KEKUATAN MANUSIA Kekuatan
manusia paling dahsyat dalam mengatasi ujian adalah hati ( kalbu )
karena itu kita harus pandai merawat hati agar ia tidak menjadi rusak
Salah satu kita menjaga hati adalah dengan mengendalikan mata karena
bila direnungkan mata pada hakekatnya adalah sebuah alat yang memasukkan
informasi kedalam hati Informasi yang masuk kedalam hati akan
menimbulkan kesan yang berbeda beda sebagai contoh penderita penyakit
kusta bila mata difokuskan kepada penyakitnya maka niscaya hati akan
memunculkan kesan jijik, tetapi bila fokusnya pada sisi manusiawinya
maka yang timbul adalah rasa iba Karena itu bila mata dapat dikendalikan
hanya untuk melihat kejadian dari sudut pandang positif, maka niscaya
hati tidak akan memunculkan kesan negatif
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

10 PINTU REZEKI
10 PINTU REZEKI
1. MEMPERBANYAK ISTIGHFAR.
Allah swt berfirman: “Maka Aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah
ampun kepada Robb mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Nescaya
Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, membanyak harta dan
anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di
dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Qs. Nuh: 10-12)
Al-Qurtubi berkata, “Dalam ayat ini terdapat dalil yang menunjukkan
bahwa istighfar merupakan salah satu cara diturunkan rezeki dan hujan.
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa memperbanyak istighfar
(memohon ampun pada Allah), nescaya Allah menggantikan setiap kesempitan
menjadi jalan keluar, setiap kesedihan menjadi kelapangan dan Allah
akan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” ( Abu
Daud)
2. BERTAKWA KEPADA ALLAH
Allah berfirman: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, nescaya Dia
akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah
yang tiada disangka-sangkanya.” (Qs. Ath-Thalaq: 2-3).
Ibnu Katsir berkata, “Maknanya, barangsiapa yang bertakwa kepada
Allah dengan melakukan apa yang diperintahkan Nya dan meninggalkan apa
yang dilarang Nya, nescaya Allah akan memberinya jalan keluar, serta
rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak
pernah terlintas dalam fikirannya.”
3. BERTAWAKAL KEPADA ALLAH
Nabi Muhammad saw bersabda, “Sungguh, seandainya kalian betawakkal
kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, nescaya kalian akan diberi
rezeki sebagaimana rezeki burung-burung, mereka berangkat pagi-pagi
dalam keadaan lapar, dan pulang di petang hari dalam keadaan kenyang.”
(Ahmad dan Tirmizi)
4. RAJIN BERIBADAH
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, “Wahai anak
Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepada Ku, nescaya Aku penuhi (hatimu)
di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi keperluanmu. Jika kalian
tidak lakukan yang sedemikian, nescaya Aku penuhi tanganmu dengan
kesibukan dan tidak aku penuhi keperluanmu (kepada manusia).” ( Tirmizi,
Ahmad, dan Ibnu Majah).
5. HAJI DAN UMRAH
Firman Allah swt, “Lakukanlah haji dan umrah, kerana sesungguhnya
keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api dapat
menghilangkan karat besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala haji
yang mabrur kecuali syurga.” (Ahmad, Tirmizi, dan An-Nasa`i).
6. MENJAGA SILATURAHIM
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang ingin dilapangkan
rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaknya
ia menyambung (tali) silaturahim.” (Bukhari).
7. BANYAK BERSEDEKAH
Allah berfirman, “Katakanlah: ‘Sesungguhnya Robb ku melapangkan
rezeki bagi siapa yang dikehendaki Nya di antara hamba-hamba Nya dan
menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki Nya)’, dan apa saja yang kamu
nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah pemberi rezeki yang
sebaik-baiknya.” (Qs. Saba`: 39).
Rasulullah saw bersabda dalam hadis Qudsi, “Wahai anak Adam, bersedekahlah, nescaya Aku memberi rezeki kepadamu.” (Abu Daud).
8. MEMBANTU PENUNTUT ILMU
Disebutkan sebuah kisah, “Dahulu ada dua orang saudara pada masa
Rasulullah saw. Salah seorang daripadanya mendatangi nabi dan
(saudaranya) yang lain bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu
pada nabi, maka Baginda saw bersabda, “Mudah-mudahan engkau diberi
rezeki dengan sebab dia.” (Tirmizi, Hakim).
9. MEMBANTU ORANG LEMAH
Rasulullah saw bersabda, “Bantulah orang-orang lemah, kerana kalian
diberi rezeki dan ditolong lantaran orang-orang lemah di antara
kalian.” (Muslim dan An-Nasa`i).
10. BERHIJRAH
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, nescaya mereka mendapati di
muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (Qs.
An-Nisa`: 100).
Moga kita sama-sama mengambil manfaat dan diberikan kemudahan oleh Allah untuk melakukannya dengan istiqamah…Sumber : http://indahnyamutiaraqolbu.blogspot.com/2012/04/10-pintu-rezeki.html
Ust. Yusuf Mansur
Updated 28 Mei 2012
Matematika Dasar Sedekah 1
Buat
Saudara yang ikut KuliahOnline di wisatahati.com, dan sudah mengikuti
Kuliah Dasar Tauhid, pembahasan ini sudah ga asing. Juga buat Saudara
yang mengikuti Kuliah 100 Kasus Sedekah, pembahasan ini pun sudah ga
asing. Apalagi buat Saudara yang rajin mengikuti tayangan wisatahati
sejak dari MNC dulu (Nikmatnya Sedekah), hingga sekarang ini, di ANTV.
Insya Allah sudah ga asing lagi dah.
Hanya kali ini, saya buat seri kuliah sedekah untuk social media, baik lewat Twitter, BB, FB, dan media-media jejaring lainnya. Dan saya masukkan ke dalam kuliah inspirasi dan motivasi untuk beberapa seri ke depannya. Apa tujuannya dibuat seri ini? Saya berharap Saudara mau mengajarkan sedekah ini kepada yang lain. Saudara pahami, dan Saudara ajarkan kepada yang lain. Juga tentu saja, supaya semakin semangat berbagi, dan paham seluk beluk sedekah.
Ok, kita mulai dari pembahasan paling jadul, he he he.
Apa yang Saudara lihat dari matematika di bawah ini?
Hanya kali ini, saya buat seri kuliah sedekah untuk social media, baik lewat Twitter, BB, FB, dan media-media jejaring lainnya. Dan saya masukkan ke dalam kuliah inspirasi dan motivasi untuk beberapa seri ke depannya. Apa tujuannya dibuat seri ini? Saya berharap Saudara mau mengajarkan sedekah ini kepada yang lain. Saudara pahami, dan Saudara ajarkan kepada yang lain. Juga tentu saja, supaya semakin semangat berbagi, dan paham seluk beluk sedekah.
Ok, kita mulai dari pembahasan paling jadul, he he he.
Apa yang Saudara lihat dari matematika di bawah ini?
10-1 = 19
10-2 = 28
10-3 = 37
10-4 = 46
10-5 = 55
10-6 = 64
10-7 = 73
10-8 = 82
10-9 = 91
10-10 = 100
Bukannya 10 dikurang 2 itu 8?
Bukan. Lihat angka-angka di atas.
Berapa?
Bukan. Lihat angka-angka di atas.
Berapa?
10 dikurang 1 itu 19, dan 10 dikurang 2 itu 28.
Koq?
Semakin dikurangi, semakin gede bilangan hasilnya ya?
Ya, sebab itu bukan matematika manusia. Itu Matematika Allah. Matematika Sedekah. Matematika pertambahan. Sedangkan kalau matematika manusia, matematikanya matematika pengurangan. Sehingga pertanyaannya ketika kita bersedekah mengeluarkan harta kita adalah: Tinggal berapa? Bukan jadi berapa. Dihitungnya sedekah sebagai pengeluaran. Bukan sebagai investasi.
Menurut matematika manusia, tinggal 9 jika kita memberi 1 dari 10 yang kita punya. Tapi kalau matematika sedekah, pertanyaannya adalah: Jadi berapa jika kita sedekah 1 dari 10 yang kita punya? Maka jawabannya: Jadi 19. Tidak ada itu pengurangan. Yang ada adalah penambahan, pelipatan.
Ya, saya sebut juga matematika pelipatan. Sebab Allah memang memberi penggantian lebih kepada mereka yang mau bersedekah. 2x lipat, 10x lipat, 700x lipat, hingga bilangan pelipat yang tak terbatas dari Allah.
Hitung-hitungan matematika di atas memakai bilangan pengembalian dari Allah 10x lipat (Baca Qs. 6: 160). Kalau pake bilangan pengali 700x lipat? Jumlahnya akan wow! Amazing! Luar biasa! 10-1 = 709! (Baca Qs. 2: 261).
Lihat tabel berikut ini:
10-1 = 709
10-2 = 1408
10-3 = 2107
10-4 = 2806
10-5 = 3505
10-6 = 4204
10-7 = 4903
10-8 = 5602
10-9 = 6301
10-10 = 7000
Lihat? Punya 10, disedekahkan 10-10 nya, malah jadi 7000! Pembahasan ini ketemu pembahasan menariknya saat membahas sedekkah dan rizki, sedekah dan gaji, sedekah dan usaha, sedekah dan bisnis.
Lihat cuplikan implementasi berikut ya:
Gaji` : Rp. 1.000.000,-
Sedekah : Rp. 1.000.000,-
Hasil 10x lipat : Rp. 10.000.000,-
Hasil 700x lipat : Rp. 700.000.000,-
Tidak salah jika para guru, para orang tua, mengajarkan sedekah. Supaya berlipat-lipat lagi rizki buat kita.
Itu belum bicara BONUS++ berupa ampunan Allah, kasih sayang Allah, ridho Allah, surganya Allah.
Belum.
Ini baru gigi 1. Begitu saya bilang kalo bicara tentang matematika ini. Baru bicara matematika sedekah.
Belum bicara juga konversian balasan sedekah berupa jawaban Allah bagi hajat dan masalah kita: Anak keturunan, jodoh, keluarga, pekerjaan, karir, keuangan, kesehatan dan soal-soal lain.
Kita pun belum bicara tentang sedekah dan doa, sedekah dan keikhlasan, sedekah dan kesabaran, sedekah dan baik sangka, sedekah dan tawakkal, sedekah dan istiqomah, sedekah dan ibadah, sedekah dan kesehatan, sedekah dan umur panjang, sedekah dan surga, sedekah dan neraka, sedekah dan cinta Allah, sedekah dan cinta Rasul. Belum. Baru bicara matematika dasar sedekah. Matematika dasar pun akan dibahas beberapa seri ke depan. Insya Allah.
Menarik sekali membahas mengapa sedekah koq ga dibalas? Boleh ga sedekah dengan mengharapkan sesuatu balasan? Boleh ga sedekah ke orang tua sendiri, atau ke keluarga sendiri? Boleh ga sedekah sementara kita punya hutang? Apakah sedekah bisa bener-bener mendatangkan jodoh, anak, pekerjaan, rumah, mobil? Kapan sedekah bisa cepet dibalas Allah? Kapan sedekah malah ditolak Allah? Bagaimana sedekah yang benar itu? Gimana pula memperbesar pahala sedekah? Bisa kah orang miskin bersedekah seperti orang kaya? Bisakah seorang yang tidak punya, membangun masjid? Membangun sekolah dan pesantren? Apa yang tidak bisa ditembus dengan sedekah?
Di buku saya atas izin Allah, Introduction to the miracle (miracle of giving), pertanyaan-pertanyaan ini saya jawab melalui KuliahOnline. Dan sekarang saya berbagi dengan Saudara melalui seri Kuliah Inspirasi dan Motivasi Wisatahati. Mudah-mudahan dapat izin dan ridha-Nya.
Oh ya, mulai seri ke-3 nanti, atau pembahasan matematika dasar sedekah 2 dst., seri ini saya tulis saban minggu malam saja ya. Saban minggu malam jam 20.00, insya Allah Saudara bisa mendownload tulisan ini atau sekedar berbagi dengan yang lain.
Sampe ketemu di pembahasan berikutnya.
Untuk yang mau ikut pembahasan bismillaah dan a’uudzu billaah, sampe ketemu di Pesantren Daarul Qur’an. infonya, silahkan baca ulang tulisan sebelumnya, yang judulnya: Ada yang ga suka sama saya. Ada di sana.
Makasih ya.
Salam, Yusuf Mansur
“Amalan Harian – Dzikir” Ustdz Yusuf Mansur Wisatahati 25042012
Semoga Postingan ini berguna bagi orang banyak dan mohon koreksi jika terdapat kesalahan :).
- Astaghfirullaahal ‘adzhiim (3x)
- Alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaihi (1x)
- Laa Ilaaha Illallah wahdahu laasyariikalah lahulmulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa alaa kulli syaiin qadiir (10x)
- Laa khaula walaa quw wata illaa billa hil ‘aliy yil ‘adzhiim (1x)
- Allahumma ajjirna minannar (7x)
- Allahumma antassalam waminkassalam wa ilaika ya’udussalam fahayyina rabbanaa bissalam, wa adkhilna jannata daarassalaam, tabarakta rabbana wa ta aalaita yaa dzaljalaali wal ikram. (1x)
- Allahumma laa mania, limaa a’thaita, wa laa mu’thia limaa mana’ta, walaa ra adha limma qadlaita, walla yanfa’u dzal jaddi minkal jadduu. (1x)
kepunyaannya semua kekuasaan dan semua pujian dan berkuasa atas
tiap-tiap sesuatu. Ya Allah! Tidak ada yang dapat menghalangi
pemberianmu, dan tidak ada yang dapat memberi kalau Kamu menghalanginya.
Tidak dapat memberi manfa’at orang yang mempunyai kebesarannya itu
- Allahumma ainnaa ‘alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibadatik. (1x)
kepada Engkau serta membaikkan ibadatku kepada Engkau.
Lanjut Dengan Dzikir:
- Ilahana ya rabbana anta maulana : Subhanallah (33x)
- Subhanallah wabihamdihi da iman abadan : Alhamdulillah (33x)
- Alhamdu lillahirabbil ‘alamin ‘ala kulli halin : Allahu Akbar (33x)
ARTI KEHIDUPAN 1. Hidup
semata mata bukanlah hanya untuk bekerja, berumah tangga atau bersenang
senang dengan harta yang dimiliki , Hidup juga bukanlah hanya untuk
berkeluh kesah dalam kemiskinan kemudian mati dengan ketidak berdayaan
2. Karena hidup adalah untuk yang maha hidup, walau dalam menuju
kehidupan maha hidup harus melewati gerbang kematian dunia 3. Jadi jelas
bahwa sesungguhnya yang dituju oleh manusia adalah akhirat karena cepat
atau lambat, suka atau tidak suka semua manusia pasti dalam perjalanan
menuju kesana PROSES KEHIDUPAN Allah menciptakan sesuatu secara bertahap
yaitu melalui proses yang berkesinambungan Seperti proses manusia
diciptakan dari mulai berbentuk air, janin, bayi, anak anak, dan
akhirnya menjadi dewasa Tumbuh2an dari mulai biji, tunas, batang, daun
dan sampai berbunga dan berbuah Karena itu kualitas manusia didunia
ditentukan oleh sejak mulai dalam kandungan seperti seorang ibu memakan
makanan yang baik, bergizi agar bayinya sehat Selanjutnya anak diberi
bekal pendidikan yang cukup agar ia menjadi orang yang berhasil Tumbuhan
pun demikian dipelihara, diberi pupuk, disiram, dilindungi dengan nati
hama agar kualitas bunga dan buah menjadi baik Karena itu kualitas
manusia diakherat ditentukan setelah ia melalui proses ujian demi ujian
terhadap ketaatannya pada Allah selama menjalani kehidupan didunia
TUJUAN HIDUP Setelah kita mengetahui arti kehidupan manusia serta
kualitas manusia ditentukan oleh suatu proses maka selanjutnya adalah
apa arti tujuan hidup manusia ? Tujuan hidup manusia pada hakikatnya
adalah untuk mencari dan mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya bagi
kehidupan yang abadi yaitu kehidupan di akherat kelak Semakin banyak dan
tinggi perbekalan maka semakin tinggi tingkat kemuliaannya disisi Allah
Seperti bekal pendidikan yang cukup akan mengantarkan manusia pada
kesuksesan hidup didunia dan terhormat dimata manusia lainnya Karena itu
kehidupan didunia adalah arena mengumpulkan pahala bagi kehidupan di
akherat kelak Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan dunia ini menjadi 3
bagian : Pertama : Sebagian dunia bagi orang mukmin Kedua : Sebagian
lagi untuk orang munafik Ketiga : Sebagian lagi untuk orang kafir
Pertama : Orang mukmin akan selalu menyiapkan perbekalan Kedua : Orang
munafik akan selalu menjadikan dunia sbg perhiasan Ketiga : Orang
kafir/musryik akan selalu menjadikan dunia sebagai tempat bersenang
senang TEMPAT MENCARI PAHALA Melalui Jalur “ Hablum Minnallah “ (
seperti wajib mengerjakan sholat, Puasa dan meninggalkan segala bentuk
larangan dan melaksanakan sesuatu yang diperintahkan ) Melalui Jalur “
Hablum Minnanas “ ( seperti berbuat baik kepada sesama manusia,
binatang, alam dsb ) Barang siapa yang patuh melaksanakan ketentuan
tersebut diatas karena semata mata karena Allah, maka ia akan disebut
orang bertaqwa dan memperoleh pahala yang tiada terhingga . Karena dalam
kedua jalur inilah Allah menguji ketaatan manusia untuk mematuhi aturan
aturan hidup yang ditentukan olehnya dalam Al’quran maupun hadist
PERLENGKAPAN MANUSIA Allah melengkapi manusia dengan panca indera (
mata, telinga hati bukan tanpa tujuan. Perlengkapan ini merupakan sarana
bagi Allah untuk menguji manusia apakah dalam setiap kondisi baik buruk
ia mampu taat mengikuti aturan Allah Orang orang negatif disekeliling
kita harus kita pandang sebagai ujian Allah, bila kita mampu
menghadapinya tanpa emosi dan nafsu maka kita lulus dalam ujian Allah
namun bila kita gagal maka gagallah atas ujian yang diberikan Ingat
Kepuasan sejati bukanlah menuruti hawa nafsu tapi kepuasan sejati adalah
keberhasilan menahan diri untuk tidak mengikuti hawa nafsu BENTUK UJIAN
Semua masalah baik hubungan dengan Allah seperti malas Sholat, maupun
hubungan dengan manusia seperti menghadapi orang yang menyebalkan adalah
bentuk betuk ujian Allah Bila kita bersikap sesuai kehendak Allah dan
Rasulnya dalam menghadapi ujian maka kita disebut orang yang lulus dan
bertaqwa tapi bila sebaliknya maka kita orang yang gagal dalam kehidupan
Semua hamba Allah termasuk para kekasih Allah tidak ada yang dibiarkan
tanpa rintangan, seperti contoh Nabi Ibrahim diperintahkan menyembelih
putranya, Nabi Ayub diberikan penyakit yang sangat menular, Nabi
Muhammad dimusuhi sanak keluarganya dll KEKUATAN MANUSIA Kekuatan
manusia paling dahsyat dalam mengatasi ujian adalah hati ( kalbu )
karena itu kita harus pandai merawat hati agar ia tidak menjadi rusak
Salah satu kita menjaga hati adalah dengan mengendalikan mata karena
bila direnungkan mata pada hakekatnya adalah sebuah alat yang memasukkan
informasi kedalam hati Informasi yang masuk kedalam hati akan
menimbulkan kesan yang berbeda beda sebagai contoh penderita penyakit
kusta bila mata difokuskan kepada penyakitnya maka niscaya hati akan
memunculkan kesan jijik, tetapi bila fokusnya pada sisi manusiawinya
maka yang timbul adalah rasa iba Karena itu bila mata dapat dikendalikan
hanya untuk melihat kejadian dari sudut pandang positif, maka niscaya
hati tidak akan memunculkan kesan negatif
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin