Siraman R.I.

( ROHANI ISLAM )

ARTI KEHIDUPAN 1. Hidup semata mata bukanlah hanya untuk bekerja, berumah tangga atau bersenang senang dengan harta yang dimiliki , Hidup juga bukanlah hanya untuk berkeluh kesah dalam kemiskinan kemudian mati dengan ketidak berdayaan 2. Karena hidup adalah untuk yang maha hidup, walau dalam menuju kehidupan maha hidup harus melewati gerbang kematian dunia 3. Jadi jelas bahwa sesungguhnya yang dituju oleh manusia adalah akhirat karena cepat atau lambat, suka atau tidak suka semua manusia pasti dalam perjalanan menuju kesana PROSES KEHIDUPAN Allah menciptakan sesuatu secara bertahap yaitu melalui proses yang berkesinambungan Seperti proses manusia diciptakan dari mulai berbentuk air, janin, bayi, anak anak, dan akhirnya menjadi dewasa Tumbuh2an dari mulai biji, tunas, batang, daun dan sampai berbunga dan berbuah Karena itu kualitas manusia didunia ditentukan oleh sejak mulai dalam kandungan seperti seorang ibu memakan makanan yang baik, bergizi agar bayinya sehat Selanjutnya anak diberi bekal pendidikan yang cukup agar ia menjadi orang yang berhasil Tumbuhan pun demikian dipelihara, diberi pupuk, disiram, dilindungi dengan nati hama agar kualitas bunga dan buah menjadi baik Karena itu kualitas manusia diakherat ditentukan setelah ia melalui proses ujian demi ujian terhadap ketaatannya pada Allah selama menjalani kehidupan didunia TUJUAN HIDUP Setelah kita mengetahui arti kehidupan manusia serta kualitas manusia ditentukan oleh suatu proses maka selanjutnya adalah apa arti tujuan hidup manusia ? Tujuan hidup manusia pada hakikatnya adalah untuk mencari dan mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya bagi kehidupan yang abadi yaitu kehidupan di akherat kelak Semakin banyak dan tinggi perbekalan maka semakin tinggi tingkat kemuliaannya disisi Allah Seperti bekal pendidikan yang cukup akan mengantarkan manusia pada kesuksesan hidup didunia dan terhormat dimata manusia lainnya Karena itu kehidupan didunia adalah arena mengumpulkan pahala bagi kehidupan di akherat kelak Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan dunia ini menjadi 3 bagian : Pertama : Sebagian dunia bagi orang mukmin Kedua : Sebagian lagi untuk orang munafik Ketiga : Sebagian lagi untuk orang kafir Pertama : Orang mukmin akan selalu menyiapkan perbekalan Kedua : Orang munafik akan selalu menjadikan dunia sbg perhiasan Ketiga : Orang kafir/musryik akan selalu menjadikan dunia sebagai tempat bersenang senang TEMPAT MENCARI PAHALA Melalui Jalur “ Hablum Minnallah “ ( seperti wajib mengerjakan sholat, Puasa dan meninggalkan segala bentuk larangan dan melaksanakan sesuatu yang diperintahkan ) Melalui Jalur “ Hablum Minnanas “ ( seperti berbuat baik kepada sesama manusia, binatang, alam dsb ) Barang siapa yang patuh melaksanakan ketentuan tersebut diatas karena semata mata karena Allah, maka ia akan disebut orang bertaqwa dan memperoleh pahala yang tiada terhingga . Karena dalam kedua jalur inilah Allah menguji ketaatan manusia untuk mematuhi aturan aturan hidup yang ditentukan olehnya dalam Al’quran maupun hadist PERLENGKAPAN MANUSIA Allah melengkapi manusia dengan panca indera ( mata, telinga hati bukan tanpa tujuan. Perlengkapan ini merupakan sarana bagi Allah untuk menguji manusia apakah dalam setiap kondisi baik buruk ia mampu taat mengikuti aturan Allah Orang orang negatif disekeliling kita harus kita pandang sebagai ujian Allah, bila kita mampu menghadapinya tanpa emosi dan nafsu maka kita lulus dalam ujian Allah namun bila kita gagal maka gagallah atas ujian yang diberikan Ingat Kepuasan sejati bukanlah menuruti hawa nafsu tapi kepuasan sejati adalah keberhasilan menahan diri untuk tidak mengikuti hawa nafsu BENTUK UJIAN Semua masalah baik hubungan dengan Allah seperti malas Sholat, maupun hubungan dengan manusia seperti menghadapi orang yang menyebalkan adalah bentuk betuk ujian Allah Bila kita bersikap sesuai kehendak Allah dan Rasulnya dalam menghadapi ujian maka kita disebut orang yang lulus dan bertaqwa tapi bila sebaliknya maka kita orang yang gagal dalam kehidupan Semua hamba Allah termasuk para kekasih Allah tidak ada yang dibiarkan tanpa rintangan, seperti contoh Nabi Ibrahim diperintahkan menyembelih putranya, Nabi Ayub diberikan penyakit yang sangat menular, Nabi Muhammad dimusuhi sanak keluarganya dll KEKUATAN MANUSIA Kekuatan manusia paling dahsyat dalam mengatasi ujian adalah hati ( kalbu ) karena itu kita harus pandai merawat hati agar ia tidak menjadi rusak Salah satu kita menjaga hati adalah dengan mengendalikan mata karena bila direnungkan mata pada hakekatnya adalah sebuah alat yang memasukkan informasi kedalam hati Informasi yang masuk kedalam hati akan menimbulkan kesan yang berbeda beda sebagai contoh penderita penyakit kusta bila mata difokuskan kepada penyakitnya maka niscaya hati akan memunculkan kesan jijik, tetapi bila fokusnya pada sisi manusiawinya maka yang timbul adalah rasa iba Karena itu bila mata dapat dikendalikan hanya untuk melihat kejadian dari sudut pandang positif, maka niscaya hati tidak akan memunculkan kesan negatif Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
1AYAT
   









10 PINTU REZEKI

10 PINTU REZEKI

1. MEMPERBANYAK ISTIGHFAR.
Allah swt berfirman: “Maka Aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Robb mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Nescaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, membanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Qs. Nuh: 10-12)
Al-Qurtubi berkata, “Dalam ayat ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu cara diturunkan rezeki dan hujan.
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa memperbanyak istighfar (memohon ampun pada Allah), nescaya Allah menggantikan setiap kesempitan menjadi jalan keluar, setiap kesedihan menjadi kelapangan dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” ( Abu Daud)
2. BERTAKWA KEPADA ALLAH
Allah berfirman: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Qs. Ath-Thalaq: 2-3).
Ibnu Katsir berkata, “Maknanya, barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkan Nya dan meninggalkan apa yang dilarang Nya, nescaya Allah akan memberinya jalan keluar, serta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam fikirannya.”
3. BERTAWAKAL KEPADA ALLAH
Nabi Muhammad saw bersabda, “Sungguh, seandainya kalian betawakkal kepada Allah  dengan sebenar-benar tawakkal, nescaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana rezeki burung-burung, mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang  di petang hari dalam keadaan kenyang.” (Ahmad dan Tirmizi)
4. RAJIN BERIBADAH
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, “Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepada Ku, nescaya Aku penuhi (hatimu) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi keperluanmu. Jika kalian tidak lakukan yang sedemikian, nescaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak aku penuhi keperluanmu (kepada manusia).” ( Tirmizi, Ahmad, dan Ibnu Majah).
5. HAJI DAN UMRAH
Firman Allah swt, “Lakukanlah haji dan umrah, kerana sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana api dapat menghilangkan karat besi, emas, dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur kecuali syurga.” (Ahmad, Tirmizi, dan An-Nasa`i).
6. MENJAGA SILATURAHIM
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaknya ia menyambung (tali) silaturahim.” (Bukhari).
7. BANYAK BERSEDEKAH
Allah berfirman, “Katakanlah: ‘Sesungguhnya Robb ku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki Nya di antara hamba-hamba Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki Nya)’, dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Qs. Saba`: 39).
Rasulullah saw bersabda dalam hadis Qudsi, “Wahai anak Adam, bersedekahlah, nescaya Aku memberi rezeki kepadamu.” (Abu Daud).
8. MEMBANTU PENUNTUT ILMU
Disebutkan sebuah kisah, “Dahulu ada dua orang saudara pada masa Rasulullah saw. Salah seorang daripadanya mendatangi nabi dan (saudaranya) yang lain bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu pada nabi, maka Baginda saw bersabda, “Mudah-mudahan engkau diberi rezeki dengan sebab dia.” (Tirmizi, Hakim).
9. MEMBANTU ORANG LEMAH
Rasulullah saw bersabda, “Bantulah orang-orang lemah, kerana kalian diberi rezeki dan ditolong lantaran orang-orang lemah di antara kalian.” (Muslim dan An-Nasa`i).
10. BERHIJRAH
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, nescaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (Qs. An-Nisa`: 100).
Moga kita sama-sama mengambil manfaat dan diberikan kemudahan oleh Allah untuk melakukannya dengan istiqamah…
Sumber : http://indahnyamutiaraqolbu.blogspot.com/2012/04/10-pintu-rezeki.html



  
Kuliah Inspirasi dan Motivasi
Bersama
Ust. Yusuf Mansur

Updated 28 Mei 2012
Matematika Dasar Sedekah 1

Buat Saudara yang ikut KuliahOnline di wisatahati.com, dan sudah mengikuti Kuliah Dasar Tauhid, pembahasan ini sudah ga asing. Juga buat Saudara yang mengikuti Kuliah 100 Kasus Sedekah, pembahasan ini pun sudah ga asing. Apalagi buat Saudara yang rajin mengikuti tayangan wisatahati sejak dari MNC dulu (Nikmatnya Sedekah), hingga sekarang ini, di ANTV. Insya Allah sudah ga asing lagi dah.
Hanya kali ini, saya buat seri kuliah sedekah untuk social media, baik lewat Twitter, BB, FB, dan media-media jejaring lainnya. Dan saya masukkan ke dalam kuliah inspirasi dan motivasi untuk beberapa seri ke depannya. Apa tujuannya dibuat seri ini? Saya berharap Saudara mau mengajarkan sedekah ini kepada yang lain. Saudara pahami, dan Saudara ajarkan kepada yang lain. Juga tentu saja, supaya semakin semangat berbagi, dan paham seluk beluk sedekah.
Ok, kita mulai dari pembahasan paling jadul, he he he.
Apa yang Saudara lihat dari matematika di bawah ini?


10-1     = 19
10-2     = 28
10-3     = 37
10-4     = 46
10-5     = 55
10-6     = 64
10-7     = 73
10-8     = 82
10-9     = 91
10-10   = 100
Bukannya 10 dikurang 2 itu 8? 
Bukan. Lihat angka-angka di atas. 
Berapa? 

10 dikurang 1 itu 19, dan 10 dikurang 2 itu 28. 
Koq?

Semakin dikurangi, semakin gede bilangan hasilnya ya?
Ya, sebab itu bukan matematika manusia. Itu Matematika Allah. Matematika Sedekah. Matematika pertambahan. Sedangkan kalau matematika manusia, matematikanya matematika pengurangan. Sehingga pertanyaannya ketika kita bersedekah mengeluarkan harta kita adalah: Tinggal berapa? Bukan jadi berapa. Dihitungnya sedekah sebagai pengeluaran. Bukan sebagai investasi.
Menurut matematika manusia, tinggal 9  jika kita memberi 1 dari 10 yang kita punya. Tapi kalau matematika sedekah, pertanyaannya adalah: Jadi berapa jika kita sedekah 1 dari 10 yang kita punya? Maka jawabannya: Jadi 19. Tidak ada itu pengurangan. Yang ada adalah penambahan, pelipatan. 
Ya, saya sebut juga matematika pelipatan. Sebab Allah memang memberi penggantian lebih kepada mereka yang mau bersedekah. 2x lipat, 10x lipat, 700x lipat, hingga bilangan pelipat yang tak terbatas dari Allah. 
Hitung-hitungan matematika di atas memakai bilangan pengembalian dari Allah 10x lipat (Baca Qs. 6: 160). Kalau pake bilangan pengali 700x lipat? Jumlahnya akan wow! Amazing! Luar biasa! 10-1 = 709! (Baca Qs. 2: 261).
Lihat tabel berikut ini:

10-1     = 709
10-2     = 1408
10-3     = 2107
10-4     = 2806
10-5     = 3505
10-6     = 4204
10-7     = 4903
10-8     = 5602
10-9     = 6301
10-10   = 7000

Lihat? Punya 10, disedekahkan 10-10 nya, malah jadi 7000! Pembahasan ini ketemu pembahasan menariknya saat membahas sedekkah dan rizki, sedekah dan gaji, sedekah dan usaha, sedekah dan bisnis. 
Lihat cuplikan implementasi berikut ya:

Gaji`                  : Rp. 1.000.000,-
Sedekah            : Rp. 1.000.000,-
Hasil 10x lipat   : Rp. 10.000.000,-
Hasil 700x lipat : Rp. 700.000.000,-

Tidak salah jika para guru, para orang tua, mengajarkan sedekah. Supaya berlipat-lipat lagi rizki buat kita. 
Itu belum bicara BONUS++ berupa ampunan Allah, kasih sayang Allah, ridho Allah, surganya Allah. 
Belum. 
Ini baru gigi 1. Begitu saya bilang kalo bicara tentang matematika ini. Baru bicara matematika sedekah. 
Belum bicara juga konversian balasan sedekah berupa jawaban Allah bagi hajat dan masalah kita: Anak keturunan, jodoh, keluarga, pekerjaan, karir, keuangan, kesehatan dan soal-soal lain. 
Kita pun belum bicara tentang sedekah dan doa, sedekah dan keikhlasan, sedekah dan kesabaran, sedekah dan baik sangka, sedekah dan tawakkal, sedekah dan istiqomah, sedekah dan ibadah, sedekah dan kesehatan, sedekah dan umur panjang, sedekah dan surga, sedekah dan neraka, sedekah dan cinta Allah, sedekah dan cinta Rasul. Belum. Baru bicara matematika dasar sedekah. Matematika dasar pun akan dibahas beberapa seri ke depan. Insya Allah. 
Menarik sekali membahas mengapa sedekah koq ga dibalas? Boleh ga sedekah dengan mengharapkan sesuatu balasan? Boleh ga sedekah ke orang tua sendiri, atau ke keluarga sendiri? Boleh ga sedekah sementara kita punya hutang? Apakah sedekah bisa bener-bener mendatangkan jodoh, anak, pekerjaan, rumah, mobil? Kapan sedekah bisa cepet dibalas Allah? Kapan sedekah malah ditolak Allah? Bagaimana sedekah yang benar itu? Gimana pula memperbesar pahala sedekah? Bisa kah orang miskin bersedekah seperti orang kaya? Bisakah seorang yang tidak punya, membangun masjid? Membangun sekolah dan pesantren? Apa yang tidak bisa ditembus dengan sedekah?
Di buku saya atas izin Allah, Introduction to the miracle (miracle of giving), pertanyaan-pertanyaan ini saya jawab melalui KuliahOnline. Dan sekarang saya berbagi dengan Saudara melalui seri Kuliah Inspirasi dan Motivasi Wisatahati. Mudah-mudahan dapat izin dan ridha-Nya.
Oh ya, mulai seri ke-3 nanti, atau pembahasan matematika dasar sedekah 2 dst., seri ini saya tulis saban minggu malam saja ya. Saban minggu malam jam 20.00, insya Allah Saudara bisa mendownload tulisan ini atau sekedar berbagi dengan yang lain.
Sampe ketemu di pembahasan berikutnya. 
Untuk yang mau ikut pembahasan bismillaah dan a’uudzu billaah, sampe ketemu di Pesantren Daarul Qur’an. infonya, silahkan baca ulang tulisan sebelumnya, yang judulnya: Ada yang ga suka sama saya. Ada di sana.
Makasih ya.  
Salam, Yusuf Mansur 






“Amalan Harian – Dzikir” Ustdz Yusuf Mansur Wisatahati 25042012

Yang membuat semangat ketika saya hendak membuat posting tentang Amalan Harian – Dzikir Ustdz Yusuf Mansur Wisatahati episode 25/04/2012, ini adalah ucapan Ustdz Yusuf Mansyur pada Wisatahati episode 30/04/2012. Beliau  mengatakan secara garis besar seperti ini “Semua orang bisa jadi yusuf mansur. yaitu dengan mensharing ilmu yang didapat dari ceramah/tausyiah yusuf mansur kepada orang lain dengan kemampuan yang ada dalam diri kita. sehingga kita bisa mendapatkan pahala yang sama dari Allah SWT.Amin”.
Semoga Postingan ini berguna bagi orang banyak dan mohon koreksi jika terdapat kesalahan :).
  • Astaghfirullaahal ‘adzhiim (3x)
Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung
  • Alladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaihi (1x)
yang tidak ada Tuhan kecuali Allah, Dzat yang Maha Hidup dan terus Hidup, dan kami mohon ampun kepadaMu ya Allah
  • Laa Ilaaha Illallah wahdahu laasyariikalah lahulmulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa alaa kulli syaiin qadiir (10x)
Tidak ada Tuhan selain Allah, dzat yang Maha Esa, tidak ada sekutu untukNya (tidak ada yang menyamai), dzat yang mempunyai kerajaan dan semua pujian. Dzat yang menghidupkan dan mematikan, dan berkuasa atas segala sesuatu
  • Laa khaula walaa quw wata illaa billa hil ‘aliy yil ‘adzhiim (1x)
Tiada daya dan kekuatan, Melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Agung
  • Allahumma ajjirna minannar (7x)
Ya Allah lindungilah kami dari api neraka
  • Allahumma antassalam waminkassalam wa ilaika ya’udussalam fahayyina rabbanaa bissalam, wa adkhilna jannata daarassalaam, tabarakta rabbana wa ta aalaita yaa dzaljalaali wal ikram. (1x)
Ya Allah Engkaulah As-Salam (keselamatan, keberkahan, kemulian, ketenangan) dan keselamatan dari-Mu dan keselamatan kembali padaMu, berilah keselamatan dalam hidup kami, Dan masukkan kami ke dalam surga Darussalam, Maha Suci Engkau ya Rabb yang Maha Luhur, yang Maha agung dan Maha Mulia
  • Allahumma laa mania, limaa a’thaita, wa laa mu’thia limaa mana’ta, walaa ra adha limma qadlaita, walla yanfa’u dzal jaddi minkal jadduu. (1x)
Tidak ada Tuhan selain dari Allah, sendirinya tidak ada sekutu baginya,
kepunyaannya semua kekuasaan dan semua pujian dan berkuasa atas
tiap-tiap sesuatu.  Ya Allah! Tidak ada yang dapat menghalangi
pemberianmu, dan tidak ada yang dapat memberi kalau Kamu menghalanginya.
Tidak dapat memberi manfa’at orang yang mempunyai kebesarannya itu
  • Allahumma ainnaa ‘alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibadatik. (1x)
Ya Allah! Tolonglah aku supaya selalu mengingat Engkau dan bersyukur
kepada Engkau serta membaikkan ibadatku kepada Engkau.
Lanjut Dengan Dzikir:
  • Ilahana ya rabbana anta maulana : Subhanallah (33x)
  • Subhanallah wabihamdihi da iman abadan  :  Alhamdulillah (33x)
  • Alhamdu lillahirabbil ‘alamin ‘ala kulli halin  :  Allahu Akbar (33x)
download versi pdf disini
ARTI KEHIDUPAN 1. Hidup semata mata bukanlah hanya untuk bekerja, berumah tangga atau bersenang senang dengan harta yang dimiliki , Hidup juga bukanlah hanya untuk berkeluh kesah dalam kemiskinan kemudian mati dengan ketidak berdayaan 2. Karena hidup adalah untuk yang maha hidup, walau dalam menuju kehidupan maha hidup harus melewati gerbang kematian dunia 3. Jadi jelas bahwa sesungguhnya yang dituju oleh manusia adalah akhirat karena cepat atau lambat, suka atau tidak suka semua manusia pasti dalam perjalanan menuju kesana PROSES KEHIDUPAN Allah menciptakan sesuatu secara bertahap yaitu melalui proses yang berkesinambungan Seperti proses manusia diciptakan dari mulai berbentuk air, janin, bayi, anak anak, dan akhirnya menjadi dewasa Tumbuh2an dari mulai biji, tunas, batang, daun dan sampai berbunga dan berbuah Karena itu kualitas manusia didunia ditentukan oleh sejak mulai dalam kandungan seperti seorang ibu memakan makanan yang baik, bergizi agar bayinya sehat Selanjutnya anak diberi bekal pendidikan yang cukup agar ia menjadi orang yang berhasil Tumbuhan pun demikian dipelihara, diberi pupuk, disiram, dilindungi dengan nati hama agar kualitas bunga dan buah menjadi baik Karena itu kualitas manusia diakherat ditentukan setelah ia melalui proses ujian demi ujian terhadap ketaatannya pada Allah selama menjalani kehidupan didunia TUJUAN HIDUP Setelah kita mengetahui arti kehidupan manusia serta kualitas manusia ditentukan oleh suatu proses maka selanjutnya adalah apa arti tujuan hidup manusia ? Tujuan hidup manusia pada hakikatnya adalah untuk mencari dan mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya bagi kehidupan yang abadi yaitu kehidupan di akherat kelak Semakin banyak dan tinggi perbekalan maka semakin tinggi tingkat kemuliaannya disisi Allah Seperti bekal pendidikan yang cukup akan mengantarkan manusia pada kesuksesan hidup didunia dan terhormat dimata manusia lainnya Karena itu kehidupan didunia adalah arena mengumpulkan pahala bagi kehidupan di akherat kelak Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan dunia ini menjadi 3 bagian : Pertama : Sebagian dunia bagi orang mukmin Kedua : Sebagian lagi untuk orang munafik Ketiga : Sebagian lagi untuk orang kafir Pertama : Orang mukmin akan selalu menyiapkan perbekalan Kedua : Orang munafik akan selalu menjadikan dunia sbg perhiasan Ketiga : Orang kafir/musryik akan selalu menjadikan dunia sebagai tempat bersenang senang TEMPAT MENCARI PAHALA Melalui Jalur “ Hablum Minnallah “ ( seperti wajib mengerjakan sholat, Puasa dan meninggalkan segala bentuk larangan dan melaksanakan sesuatu yang diperintahkan ) Melalui Jalur “ Hablum Minnanas “ ( seperti berbuat baik kepada sesama manusia, binatang, alam dsb ) Barang siapa yang patuh melaksanakan ketentuan tersebut diatas karena semata mata karena Allah, maka ia akan disebut orang bertaqwa dan memperoleh pahala yang tiada terhingga . Karena dalam kedua jalur inilah Allah menguji ketaatan manusia untuk mematuhi aturan aturan hidup yang ditentukan olehnya dalam Al’quran maupun hadist PERLENGKAPAN MANUSIA Allah melengkapi manusia dengan panca indera ( mata, telinga hati bukan tanpa tujuan. Perlengkapan ini merupakan sarana bagi Allah untuk menguji manusia apakah dalam setiap kondisi baik buruk ia mampu taat mengikuti aturan Allah Orang orang negatif disekeliling kita harus kita pandang sebagai ujian Allah, bila kita mampu menghadapinya tanpa emosi dan nafsu maka kita lulus dalam ujian Allah namun bila kita gagal maka gagallah atas ujian yang diberikan Ingat Kepuasan sejati bukanlah menuruti hawa nafsu tapi kepuasan sejati adalah keberhasilan menahan diri untuk tidak mengikuti hawa nafsu BENTUK UJIAN Semua masalah baik hubungan dengan Allah seperti malas Sholat, maupun hubungan dengan manusia seperti menghadapi orang yang menyebalkan adalah bentuk betuk ujian Allah Bila kita bersikap sesuai kehendak Allah dan Rasulnya dalam menghadapi ujian maka kita disebut orang yang lulus dan bertaqwa tapi bila sebaliknya maka kita orang yang gagal dalam kehidupan Semua hamba Allah termasuk para kekasih Allah tidak ada yang dibiarkan tanpa rintangan, seperti contoh Nabi Ibrahim diperintahkan menyembelih putranya, Nabi Ayub diberikan penyakit yang sangat menular, Nabi Muhammad dimusuhi sanak keluarganya dll KEKUATAN MANUSIA Kekuatan manusia paling dahsyat dalam mengatasi ujian adalah hati ( kalbu ) karena itu kita harus pandai merawat hati agar ia tidak menjadi rusak Salah satu kita menjaga hati adalah dengan mengendalikan mata karena bila direnungkan mata pada hakekatnya adalah sebuah alat yang memasukkan informasi kedalam hati Informasi yang masuk kedalam hati akan menimbulkan kesan yang berbeda beda sebagai contoh penderita penyakit kusta bila mata difokuskan kepada penyakitnya maka niscaya hati akan memunculkan kesan jijik, tetapi bila fokusnya pada sisi manusiawinya maka yang timbul adalah rasa iba Karena itu bila mata dapat dikendalikan hanya untuk melihat kejadian dari sudut pandang positif, maka niscaya hati tidak akan memunculkan kesan negatif Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin