Cara Berhitung Pada Microsoft Excel
Baiklah, langsung saja silakan pelajari teknik berhitung pada Microsoft Excel berikut ini.
Untuk berhitung penjumlahan, yang perlu anda lakukan adalah memblok bilangan yang ingin anda jumlahkan tersebut serta satu sel kosong di sebelahnya lalu klik tombol ‘sum’ (∑). Maka secara otomatis komputer akan memberikan hasil dari penjumlahan tersebut. Untuk menghitung hasil rata-rata dari suatu nilai anda bisa menggunakan (Average), yaitu diklik tulisan di bawah tanda ‘sum’. Untuk lebih jelasnya silakan diklik gambar di bawah ini:

Untuk berhitung pengurangan, pembagian, dan perkalian pertama-tama tuliskan bilangan yang akan dikalikan lalu tuliskan tanda sama dengan setelahnya. Arahkan pointer mouse ke sel 1 dan klik tanda bintang. Setelah itu masuk ke sel dua dan tekan enter. Selesai. Untuk lebih jelasnya, silakan diklik gambar berikut ini:

Catatan:
Berhitung perkalian menggunakan tanda (*). Pengurangan menggunakan tanda ( - ). Dan pembagian menggunakan tanda ( / )
Sebenarnya masih banyak sekali fungsi-fungsi penghitungan dan lain-lain yang bisa dimanfaatkan pada program Microsoft Excel. Namun kali ini hanya ini yang bisa saya tulis.
Untuk merapikan hasil, gunakan format cell. Berikut contoh hasil perhitungan yang sudah dirapikan
Cara hitung JENIS KELAMIN dan UMUR Di Ms Excel
halo sobat
blogger...
Setelah saya
ikut menjadi panitia pemutakhiran data pemilu PILGUB 2013 dan PILEG 2014 nanti.
ternyata banyak teman2 saya mengalami kesulitan dalam penyusunan data. bahkan
karena kurangnya pengetahuan fungsi2 di Ms Excel membuat mereka rela (kata
lainnya, mau ga mau) harus lembur. tapi syukur alkhamdulillah saya g lembur
alias pulang duluan hehe...
bukannya
sombong, tapi karena tidak ada yang bertanya ya gimana mo bantuin. terlebih
mereka sendiri yang tau geografis desa mereka sendiri.
tidak usah panjang lebar, kali ini saya akan share pengalaman saya kemarin. yaitu Cara Menjumlahkan Jenis Kelamin dan Menghitung Usia/Umur...
Cekidot gan...
tidak usah panjang lebar, kali ini saya akan share pengalaman saya kemarin. yaitu Cara Menjumlahkan Jenis Kelamin dan Menghitung Usia/Umur...
Cekidot gan...
Dari gambar
diatas, berikut cara/ rumus untuk menghitungnya:
1. Data harus dalam layar Ms Excel tentunya..
2. Contoh untuk hitung jenis kelamin LAKI-LAKI
Ketik perintah =COUNTIF(C2:C6;"LK"), Untuk
Perempuan =COUNTIF(C2:C6;"PR")
Untuk hitung desa CURUG =COUNTIF(D2:D6;"CURUG") dst, silahkan anda kembangkan sendiri.
1. Data harus dalam layar Ms Excel tentunya..
2. Contoh untuk hitung jenis kelamin LAKI-LAKI
Ketik perintah =COUNTIF(C2:C6;"LK"), Untuk
Perempuan =COUNTIF(C2:C6;"PR")
Untuk hitung desa CURUG =COUNTIF(D2:D6;"CURUG") dst, silahkan anda kembangkan sendiri.
untuk hitung
Umur/ usia
1. sama, buka excel anda/ data dalam format excel
2. Buat tanggal sebagai acuan hitung umur, spt pd gambar. PILGUB jateng dilaksanakan tanggal 26 mei 2013.
3. klik di kolom D4(tanda panah merah) Ketik =YEAR($B$1)-YEAR(C4)----UMUR ALI SODIKIN
4. Jangan lupa agan tekan F4 didepan B1 akan menjadi $B$1, berupa huruf dollar untuk mengunci kolom tanggal acuan.
jika data agan banyak, biar lebih cepat tinggal agan copy aja kebawah(letakkan pointer agan dipojok kanan bawah kolom D4 sampai muncul tanda + spt warna hijau pada gambar)
klik tahan dan tarik kebawah. selesai
1. sama, buka excel anda/ data dalam format excel
2. Buat tanggal sebagai acuan hitung umur, spt pd gambar. PILGUB jateng dilaksanakan tanggal 26 mei 2013.
3. klik di kolom D4(tanda panah merah) Ketik =YEAR($B$1)-YEAR(C4)----UMUR ALI SODIKIN
4. Jangan lupa agan tekan F4 didepan B1 akan menjadi $B$1, berupa huruf dollar untuk mengunci kolom tanggal acuan.
jika data agan banyak, biar lebih cepat tinggal agan copy aja kebawah(letakkan pointer agan dipojok kanan bawah kolom D4 sampai muncul tanda + spt warna hijau pada gambar)
klik tahan dan tarik kebawah. selesai
Selamat
Mencoba, dan mudah2an bermanfaat..
jangan lupa
follow saya jika anda suka artikel saya, thx
Sebagai seorang guru atau seorang
administrasi atau karyawan di sebuah lembaga pendidikan atau sekolah merupakan
salah satu hal yang diwajibkan untuk mengetahui jumlah siswa yang terdaftar
pada sekolah tersebut. Baik dari besar keseluruhan jumlah siswa, kemudian
berapa banyaknya siswa yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Meski bisa dilakukan dengan
cara menghitung secara manual namun seandainya jumlah siswa hingga ratusan
bahkan ribuan maka untuk menghitung jumlah siswa yang berjenis kelamin
laki-laki dan perempuan cukup memakan waktu. Oleh karena itu Belajar Ilmu
Komputer memberikan sedikit pengetahuan tentang menghitung jumlah siswa
berdasarkan jenis kelamin.
Gambar berikut ini adalah
sebuah contoh penggunaan rumus untuk menghitung jumlah siswa berdasarkan jenis
kelamin pada microsoft office exel, pada pada gambar ini saya menggunakan
office 2007.
Dari gambar di atas mulai dari cel
A2 sampai cel A11 adalah nama-nama dari para murid atau mahasiswa, sedangkan
pada cel A1 sampai cel B1 adalah judul kolom tabel yaitu NAMA dan JENIS
KELAMIN. Pada cel B2 - B11 adalah jenis kelamin siswa.
Kemudian pada cel A13
bertuliskan Laki-laki dan disebelah kanannya cel B13 adalah jumlah keseluruhan
siswa atau murid yang berjenis kelamin laki, begitu juga pada cel A14 dan cel
B14 berisikan jumlah murid atau siswa perempuan.
Perhatikan pada Formula Bar
bertuliskan rumus sebagari berikut =COUNTIF(B2:B11,"L") yang artinya
mengitung berapa banyak data yang ada pada cel B2 hingga cel B11 dengan label
L. Nah itu tadi untuk menghitung jumlah laki-laki dengan label L. Untuk
menghitung jumlah perempuan pada cel B14 hanya labelnya saja yang diubah
sedangkan rumusnya sama sehingga rumus selengkapnya untuk menghitung perempuan
menjadi =COUNTIF(B2:B11,"P")
|
Your browser does not
support iframes.
|
Cara
Menghitung Jenis Kelamin Dengan Excel| Sahabat belajar it, melanjutkan
dari artikel saya sebelumnya cara
mengatur margin atau ukuran tepi kertas di mikcrosoft word kali ini
saya ingin mencoba membahas tentang perhitungan sederhana seperti menghitung
jumlah jenis kelam serupa, misalkan kita ingin mengetahui berapa orang
yang berjenis kelamin laki-laki dan berapa yang perempuan.
Cara ini
juga bisa teman-teman lakukan untuk menghitung nilai siswa misalnya, berapa
yang bernilai A,B,C dan lainnya, nanti tinggal kita ganti variblenya saj, bayangkan
jika kita mempunyai data 1000 data yang harus kita ketahui, jenis kelaminnya.
jika kita lakukan secara manual bisa satu minggu atau lebih,
dengan
bantuan rumus ini, teman-teman bisa lebih gampang untuk mengetahuinya.
Perhatikan gambar di bawah ini:
Cara
Menghitung Jenis Kelamin Dengan Excel
Untuk
mendapatkan hasil seperti diatas masukkan rumus seperti berikut :
*’JUMLAH
LAKI-LAKI =COUNTIF(D3:D8,”L”)
*JUMLAH
PEREMPUAN =COUNTIF(D3:D8,”P”)
*Jumlah
Pengecualian =COUNTIF(E3:E8,”salah”)
Nah mungkin
temen-temen bertanya-tanya untuk apa kolom penecualian atau koreksi, itu
berfungsi untuk mengetahui jika terjadi kesalahan pengetikan pada kolom jenis
kelamin, disini saya contohkan jenis kelaminya “D“, maka di kolom
koreksi tertulis “Salah” dan berjumlah “1” nah kita bisa lihat
dan koreksi ulang, sehingga data yang kita hasilkan bener-benar fix atau tidak
ada kesalahan lagi.
mungkin
sampai disni dulu postingan kali ini yang saya beri judul cara
menghitung jenis kelamin dengan excel semoga bermanfaat.
Rumus Dan Fungsi Pada Microsoft Excel
Penggunaan Fungsi Statistika
Ø COUNT
Menentukan banyak data.
Contoh :
=COUNT(A1;A6) atau =COUNT(A1..A6),
yaitu menentukan banyaknya data dari sel A1 sampai A6.
Berikut
ilustrasinya
Ø SUM
Menentukan total/jumlah data.
Contoh :
=SUM(B1;B6) atau =SUM(B1..B6),
yaitu menjumlahkan sel dari A1 sampai A6.
Berikut ilustrasinya
Ø Average
Berfungsi untuk menghitung nilai
rata – rata.
Contoh :
=AVERAGE(B1;B6) atau
=AVERAGE(B1..B6), yaitu menentukan rata –rata dari sel B1 sampai B6.
Berikut ilustrasinya
Ø MAX
Berfungsi untuk menentukan nilai tertinggi.
Contoh :
=MAX(B1;B6) atau =MAX(B1..B6), yaitu mencari data tertinggi dari sel A1
sampai A6.
Berikut ilustrasinya
Ø MIN
Berfungsi untuk menentukan nilai terendah.
Contoh :
=MIN(B1;B6) atau =MIN(B1..B6), yaitu mencari data
terendah dari sel B1 sampai B6.
Berikut ilustrasinya
Penggunaan Fungsi If
Logika yang digunakan pada fungsi
IF : =, <, >, <=, =>, <>
Bentuk umum =IF(X=n,A,B)
Dimana X : merupakan
sel kondisi
N : isi
Kondisi/syarat
A : jawaban
benar
B : jawaban
salah
Contoh :
Ketentuan :
Jika JENIS KELAMIN = P maka JENIS
= Pria, jika JENIS KELAMIN = W maka JENIS = WANITA. Maka rumus yang harus kita
ketikan di sel D3 adalah sebagai berikut :
=IF(C3=”P”,”PRIA”,”WANITA”) jika
kondisi lebih dari satu, maka kita gunakan operator AND atau OR.
=A AND(x,y) : menggabungkan dua kondisi
dengan operator AND (dan), kedua – duanya harus benar.
=O OR(x,y) : menggabungkan dua kondisi dengan operator OR(
atau), maka salah satu kondisi harus benar atau kedua –
duanya benar.
D Dimana x :
kondisi pertama, y kondisi kedua
B Bentuk Umum:
=IF(Operator(x,y),a,b)
Contoh :
K Ketentuan :
JikaUMUR
>= 20 <= 30 maka TERIMA = TERIMA jika tidak TERIMA = TOLAK, makarumus
yang ditulis adalah =IF(AND(C3>=20,C3<=30),”TERIMA”,”TOLAK”)
Fungsi Lookup
· Vlookup
untuk data acuan berbentuk vertikal
· Hlookup untuk data acuan berbentuk horizontal
Fungsi Hlookup dan Fungsi Vlookup merupakan bagian dari Fungsi Lookup dan Referensi yaitu digunakan untuk pengolahan data dengan mencocokan data dengan data pada tabel lainnya sebagai referensi.
Logika sederhana tentang penggunaan fungsi Hlookup dan Vlookup pada Microsoft Excel adalah ketika Anda mencari nomor telepon seseorang di buku telepon, Anda pasti akan mencari namanya terlebih dahulu baru kemudian melihat nomor telephonenya. Dengan fungsi Hlookup dan Vlookup, Anda akan mendapatkan nilai yang diinginkan berdasarkan kriteria yang Anda berikan yang terlebih dahulu akan dicocokan pada tabel referensi yang ada.
Syarat penyusunan tabel yang digunakan sebagai referensi adalah pada baris atau kolom pertama harus berdasarkan urutan dari kecil ke besar yaitu jika pada baris atau kolom pertama berupa data angka atau nilai maka urutannya harus -1,0,1 dan jika berupa data teks urutannya harus A-Z.
Bentuk Penulisan Fungsi Hlookup dan Vlookup :
=HLOOKUP(lookup_value;table_array;row_index_num;range_lookup)
=VLOOKUP(lookup_value;table_array;col_index_num;range_lookup)lookup_value = nilai atau teks sebagai dasar untuk pembacaan tabel
table_array = merupakan tabel referensi
row_index_num atau col_index_num = nomor indeks baris (row) atau kolom (col) pada tabel referensi yang berisi nilai yang kita inginkan berdasarkan hasil pencocokan
range_lookup = bernilai True atau False
Masih bingung ? :-D
Contoh penggunaan fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP :
Buka lembar kerja baru dan buatlah tabel seperti gambar berikut :
Fungsi Hlookup dan Fungsi Vlookup merupakan bagian dari Fungsi Lookup dan Referensi yaitu digunakan untuk pengolahan data dengan mencocokan data dengan data pada tabel lainnya sebagai referensi.
Logika sederhana tentang penggunaan fungsi Hlookup dan Vlookup pada Microsoft Excel adalah ketika Anda mencari nomor telepon seseorang di buku telepon, Anda pasti akan mencari namanya terlebih dahulu baru kemudian melihat nomor telephonenya. Dengan fungsi Hlookup dan Vlookup, Anda akan mendapatkan nilai yang diinginkan berdasarkan kriteria yang Anda berikan yang terlebih dahulu akan dicocokan pada tabel referensi yang ada.
Syarat penyusunan tabel yang digunakan sebagai referensi adalah pada baris atau kolom pertama harus berdasarkan urutan dari kecil ke besar yaitu jika pada baris atau kolom pertama berupa data angka atau nilai maka urutannya harus -1,0,1 dan jika berupa data teks urutannya harus A-Z.
Bentuk Penulisan Fungsi Hlookup dan Vlookup :
=HLOOKUP(lookup_value;table_array;row_index_num;range_lookup)
=VLOOKUP(lookup_value;table_array;col_index_num;range_lookup)lookup_value = nilai atau teks sebagai dasar untuk pembacaan tabel
table_array = merupakan tabel referensi
row_index_num atau col_index_num = nomor indeks baris (row) atau kolom (col) pada tabel referensi yang berisi nilai yang kita inginkan berdasarkan hasil pencocokan
range_lookup = bernilai True atau False
Masih bingung ? :-D
Contoh penggunaan fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP :
Buka lembar kerja baru dan buatlah tabel seperti gambar berikut :
TABEL 1 merupakan tabel referensi yang disusun horisontal
TABEL 2 merupakan tabel referensi yang disusun vertikal
TABEL 3 dan TABEL 4 merupakan tabel yang mengandung nilai mengikuti tabel referensi
Penggunaan fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP terletak pada bentuk tabel referensi yang kita gunakan. Nah, jika kita menggunakan tabel referensi dengan bentuk horisontal seperti pada TABEL 1, maka fungsi yang kita gunakan adalah fungsi HLOOKUP dan jika kita menggunakan tabel referensi yang berebentuk vertikal seperti TABEL 2 maka fungsi yang digunakan adalah VLOOKUP.
TABEL 3 menggunakan TABEL 1 sebagai tabel referensi, dan TABEL 4 menggunakan TABEL 2 sebagai tabel referensi
Lihat TABEL 3 dan masukkan fungsi berikut pada cell berikut ini :
Cell D12 masukkan fungsi =HLOOKUP(C12;C3:G5;2)
Cell D13 masukkan fungsi =HLOOKUP(C13;C3:G5;2)
Cell E12 masukkan fungsi =HLOOKUP(C12;C3:G5;3)
Cell E13 masukkan fungsi =HLOOKUP(C13;C3:G5;3)
Artinya : Nilai Cell D12, D13, E12 dan E13 adalah nilai yang terletak pada tabel referensi yang
terletak pada range C3:G5 di baris ke-2 atau baris ke-3, yang diambil berdasarkan nilai pada cell C12 atau C13.
Jika fungsi yang dimasukkan benar maka TABEL 3 akan terlihat seperti berikut :
TABEL 2 merupakan tabel referensi yang disusun vertikal
TABEL 3 dan TABEL 4 merupakan tabel yang mengandung nilai mengikuti tabel referensi
Penggunaan fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP terletak pada bentuk tabel referensi yang kita gunakan. Nah, jika kita menggunakan tabel referensi dengan bentuk horisontal seperti pada TABEL 1, maka fungsi yang kita gunakan adalah fungsi HLOOKUP dan jika kita menggunakan tabel referensi yang berebentuk vertikal seperti TABEL 2 maka fungsi yang digunakan adalah VLOOKUP.
TABEL 3 menggunakan TABEL 1 sebagai tabel referensi, dan TABEL 4 menggunakan TABEL 2 sebagai tabel referensi
Lihat TABEL 3 dan masukkan fungsi berikut pada cell berikut ini :
Cell D12 masukkan fungsi =HLOOKUP(C12;C3:G5;2)
Cell D13 masukkan fungsi =HLOOKUP(C13;C3:G5;2)
Cell E12 masukkan fungsi =HLOOKUP(C12;C3:G5;3)
Cell E13 masukkan fungsi =HLOOKUP(C13;C3:G5;3)
Artinya : Nilai Cell D12, D13, E12 dan E13 adalah nilai yang terletak pada tabel referensi yang
terletak pada range C3:G5 di baris ke-2 atau baris ke-3, yang diambil berdasarkan nilai pada cell C12 atau C13.
Jika fungsi yang dimasukkan benar maka TABEL 3 akan terlihat seperti berikut :
Lihat TABEL4 dan masukkan fungsi
berikut pada cell berikut ini :Cell D17 masukkan fungsi
=VLOOKUP(C17;I4:K8;2)Cell D18 masukkan fungsi =VLOOKUP(C18;I4:K8;2)Cell E17
masukkan fungsi =VLOOKUP(C17;I4:K8;3)Cell E18 masukkan fungsi
=VLOOKUP(C18;I4:K8;3)Artinya : Nilai Cell D17, D18, E17 dan E18 adalah nilai
yang terletak padatabel referensi yang terletak pada range I4:K8 di baris ke-2
atau baris ke-3,yang diambil berdasarkan nilai pada cell C17 atau C18.Jika
fungsi yang dimasukkan benar maka TABEL 4 akan terlihat seperti berikut :
Cara
Merangking
1. Buka file Excel Nilai siswa
atau Siapkan data siswa beserta nilai yang sudah dimasukkan, seperti lihat
contoh:
2. Jumlahkan terlebih dahulu data
setiap siswa jika belum di jumlah.
3. Ketikkan rumus pada cell G8 =RANK(
4. Klik nilai jumlah siswa, dalam
contoh Cell “F8“, sehingga menjadi
5.piisahkan statemen dengan tanda
“,” atau “;” sesuaikan dengan setting komputer anda.
sehinggamenjadi dan blok seluruh nilai (jumlah)
siswa dari awal hingga akhir,dalam contoh
“F8:F18“6.Kemudian tekan tombol “F4″ untuk meng-ABSOLUT-kan data.
sehingga akan
berubahmenjadi 7.Ketik pembatas
statement-nya seperti langkah 5 diatas.8.dan ketikan
angka “0” atau “1″ (angka 0 artinya nilai
yangtinggi peringkat 1, jika disisi angka 1 nilai
terendah urutan no 1)9.ketik tanda
kurung “)” dan tekan tombol enter kemudian barudi copy
Rumus Dan Fungsi Pada Microsoft Excel
Penggunaan Fungsi Statistika
Ø COUNT
Menentukan banyak data.
Contoh :
=COUNT(A1;A6) atau
=COUNT(A1..A6), yaitu menentukan banyaknya data dari sel A1 sampai A6.
Berikut ilustrasinya
Ø SUM
Menentukan total/jumlah data.
Contoh :
=SUM(B1;B6) atau =SUM(B1..B6),
yaitu menjumlahkan sel dari A1 sampai A6.
Berikut ilustrasinya
Ø Average
Berfungsi untuk menghitung nilai
rata – rata.
Contoh :
=AVERAGE(B1;B6) atau
=AVERAGE(B1..B6), yaitu menentukan rata –rata dari sel B1 sampai B6.
Berikut ilustrasinya
Ø MAX
Berfungsi untuk menentukan nilai tertinggi.
Contoh :
=MAX(B1;B6) atau =MAX(B1..B6), yaitu mencari data tertinggi dari sel A1
sampai A6.
Berikut ilustrasinya
Ø MIN
Berfungsi untuk menentukan nilai terendah.
Contoh :
=MIN(B1;B6) atau =MIN(B1..B6), yaitu mencari data
terendah dari sel B1 sampai B6.
Berikut ilustrasinya
Penggunaan
Fungsi If
Logika
yang digunakan pada fungsi IF : =, <, >, <=, =>, <>
Bentuk umum =IF(X=n,A,B)
Dimana X : merupakan sel kondisi
N : isi
Kondisi/syarat
A : jawaban benar
B : jawaban salah
Contoh :
Ketentuan
:
Jika
JENIS KELAMIN = P maka JENIS = Pria, jika JENIS KELAMIN = W maka JENIS =
WANITA. Maka rumus yang harus kita ketikan di sel D3 adalah sebagai berikut :
=IF(C3=”P”,”PRIA”,”WANITA”)
jika kondisi lebih dari satu, maka kita gunakan operator AND atau OR.
=A AND(x,y) :
menggabungkan dua kondisi dengan operator AND (dan), kedua – duanya
harus benar.
=O OR(x,y) : menggabungkan dua kondisi dengan operator OR(
atau), maka salah satu kondisi harus benar atau kedua –
duanya benar.
D Dimana x :
kondisi pertama, y kondisi kedua
B Bentuk Umum:
=IF(Operator(x,y),a,b)
Contoh :
K Ketentuan :
JikaUMUR
>= 20 <= 30 maka TERIMA = TERIMA jika tidak TERIMA = TOLAK, makarumus
yang ditulis adalah =IF(AND(C3>=20,C3<=30),”TERIMA”,”TOLAK”)
Fungsi Lookup
· Vlookup
untuk data acuan berbentuk vertikal
· Hlookup untuk data acuan berbentuk horizontal
Fungsi Hlookup dan Fungsi Vlookup merupakan bagian dari Fungsi Lookup dan Referensi yaitu digunakan untuk pengolahan data dengan mencocokan data dengan data pada tabel lainnya sebagai referensi.
Logika sederhana tentang penggunaan fungsi Hlookup dan Vlookup pada Microsoft Excel adalah ketika Anda mencari nomor telepon seseorang di buku telepon, Anda pasti akan mencari namanya terlebih dahulu baru kemudian melihat nomor telephonenya. Dengan fungsi Hlookup dan Vlookup, Anda akan mendapatkan nilai yang diinginkan berdasarkan kriteria yang Anda berikan yang terlebih dahulu akan dicocokan pada tabel referensi yang ada.
Syarat penyusunan tabel yang digunakan sebagai referensi adalah pada baris atau kolom pertama harus berdasarkan urutan dari kecil ke besar yaitu jika pada baris atau kolom pertama berupa data angka atau nilai maka urutannya harus -1,0,1 dan jika berupa data teks urutannya harus A-Z.
Bentuk Penulisan Fungsi Hlookup dan Vlookup :
=HLOOKUP(lookup_value;table_array;row_index_num;range_lookup)
=VLOOKUP(lookup_value;table_array;col_index_num;range_lookup)lookup_value = nilai atau teks sebagai dasar untuk pembacaan tabel
table_array = merupakan tabel referensi
row_index_num atau col_index_num = nomor indeks baris (row) atau kolom (col) pada tabel referensi yang berisi nilai yang kita inginkan berdasarkan hasil pencocokan
range_lookup = bernilai True atau False
Masih bingung ? :-D
Contoh penggunaan fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP :
Buka lembar kerja baru dan buatlah tabel seperti gambar berikut :
Fungsi Hlookup dan Fungsi Vlookup merupakan bagian dari Fungsi Lookup dan Referensi yaitu digunakan untuk pengolahan data dengan mencocokan data dengan data pada tabel lainnya sebagai referensi.
Logika sederhana tentang penggunaan fungsi Hlookup dan Vlookup pada Microsoft Excel adalah ketika Anda mencari nomor telepon seseorang di buku telepon, Anda pasti akan mencari namanya terlebih dahulu baru kemudian melihat nomor telephonenya. Dengan fungsi Hlookup dan Vlookup, Anda akan mendapatkan nilai yang diinginkan berdasarkan kriteria yang Anda berikan yang terlebih dahulu akan dicocokan pada tabel referensi yang ada.
Syarat penyusunan tabel yang digunakan sebagai referensi adalah pada baris atau kolom pertama harus berdasarkan urutan dari kecil ke besar yaitu jika pada baris atau kolom pertama berupa data angka atau nilai maka urutannya harus -1,0,1 dan jika berupa data teks urutannya harus A-Z.
Bentuk Penulisan Fungsi Hlookup dan Vlookup :
=HLOOKUP(lookup_value;table_array;row_index_num;range_lookup)
=VLOOKUP(lookup_value;table_array;col_index_num;range_lookup)lookup_value = nilai atau teks sebagai dasar untuk pembacaan tabel
table_array = merupakan tabel referensi
row_index_num atau col_index_num = nomor indeks baris (row) atau kolom (col) pada tabel referensi yang berisi nilai yang kita inginkan berdasarkan hasil pencocokan
range_lookup = bernilai True atau False
Masih bingung ? :-D
Contoh penggunaan fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP :
Buka lembar kerja baru dan buatlah tabel seperti gambar berikut :
TABEL 1 merupakan tabel referensi yang disusun horisontal
TABEL 2 merupakan tabel referensi yang disusun vertikal
TABEL 3 dan TABEL 4 merupakan tabel yang mengandung nilai mengikuti tabel referensi
Penggunaan fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP terletak pada bentuk tabel referensi yang kita gunakan. Nah, jika kita menggunakan tabel referensi dengan bentuk horisontal seperti pada TABEL 1, maka fungsi yang kita gunakan adalah fungsi HLOOKUP dan jika kita menggunakan tabel referensi yang berebentuk vertikal seperti TABEL 2 maka fungsi yang digunakan adalah VLOOKUP.
TABEL 3 menggunakan TABEL 1 sebagai tabel referensi, dan TABEL 4 menggunakan TABEL 2 sebagai tabel referensi
Lihat TABEL 3 dan masukkan fungsi berikut pada cell berikut ini :
Cell D12 masukkan fungsi =HLOOKUP(C12;C3:G5;2)
Cell D13 masukkan fungsi =HLOOKUP(C13;C3:G5;2)
Cell E12 masukkan fungsi =HLOOKUP(C12;C3:G5;3)
Cell E13 masukkan fungsi =HLOOKUP(C13;C3:G5;3)
Artinya : Nilai Cell D12, D13, E12 dan E13 adalah nilai yang terletak pada tabel referensi yang
terletak pada range C3:G5 di baris ke-2 atau baris ke-3, yang diambil berdasarkan nilai pada cell C12 atau C13.
Jika fungsi yang dimasukkan benar maka TABEL 3 akan terlihat seperti berikut :
TABEL 2 merupakan tabel referensi yang disusun vertikal
TABEL 3 dan TABEL 4 merupakan tabel yang mengandung nilai mengikuti tabel referensi
Penggunaan fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP terletak pada bentuk tabel referensi yang kita gunakan. Nah, jika kita menggunakan tabel referensi dengan bentuk horisontal seperti pada TABEL 1, maka fungsi yang kita gunakan adalah fungsi HLOOKUP dan jika kita menggunakan tabel referensi yang berebentuk vertikal seperti TABEL 2 maka fungsi yang digunakan adalah VLOOKUP.
TABEL 3 menggunakan TABEL 1 sebagai tabel referensi, dan TABEL 4 menggunakan TABEL 2 sebagai tabel referensi
Lihat TABEL 3 dan masukkan fungsi berikut pada cell berikut ini :
Cell D12 masukkan fungsi =HLOOKUP(C12;C3:G5;2)
Cell D13 masukkan fungsi =HLOOKUP(C13;C3:G5;2)
Cell E12 masukkan fungsi =HLOOKUP(C12;C3:G5;3)
Cell E13 masukkan fungsi =HLOOKUP(C13;C3:G5;3)
Artinya : Nilai Cell D12, D13, E12 dan E13 adalah nilai yang terletak pada tabel referensi yang
terletak pada range C3:G5 di baris ke-2 atau baris ke-3, yang diambil berdasarkan nilai pada cell C12 atau C13.
Jika fungsi yang dimasukkan benar maka TABEL 3 akan terlihat seperti berikut :
Lihat TABEL4 dan masukkan fungsi
berikut pada cell berikut ini :Cell D17 masukkan fungsi
=VLOOKUP(C17;I4:K8;2)Cell D18 masukkan fungsi =VLOOKUP(C18;I4:K8;2)Cell E17
masukkan fungsi =VLOOKUP(C17;I4:K8;3)Cell E18 masukkan fungsi
=VLOOKUP(C18;I4:K8;3)Artinya : Nilai Cell D17, D18, E17 dan E18 adalah nilai
yang terletak padatabel referensi yang terletak pada range I4:K8 di baris ke-2
atau baris ke-3,yang diambil berdasarkan nilai pada cell C17 atau C18.Jika
fungsi yang dimasukkan benar maka TABEL 4 akan terlihat seperti berikut :
Cara
Merangking
1. Buka file Excel Nilai siswa
atau Siapkan data siswa beserta nilai yang sudah dimasukkan, seperti lihat
contoh:
2. Jumlahkan terlebih dahulu data
setiap siswa jika belum di jumlah.
3. Ketikkan rumus pada cell G8 =RANK(
4. Klik nilai jumlah siswa, dalam
contoh Cell “F8“, sehingga menjadi
5.piisahkan statemen dengan tanda
“,” atau “;” sesuaikan dengan setting komputer anda.
sehinggamenjadi dan blok seluruh nilai (jumlah) siswa
dari awal hingga akhir,dalam contoh
“F8:F18“6.Kemudian tekan tombol “F4″ untuk meng-ABSOLUT-kan data.
sehingga akan
berubahmenjadi 7.Ketik pembatas
statement-nya seperti langkah 5 diatas.8.dan ketikan
angka “0” atau “1″ (angka 0 artinya nilai yangtinggi
peringkat 1, jika disisi angka 1 nilai
terendah urutan no 1)9.ketik
tanda kurung “)” dan tekan tombol enter kemudian barudi copy
Materi Excel : Merubah angka menjadi huruf dengan bantuan beberapa fungsi excel
Pertemuan pada tanggal 7-8 Mei
2012 untuk kelas XI MAN 9 Jakarta, materi akan membahas tentang fungsi-fungsi
yang telah dijelaskan dan dipraktikkan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya
yaitu, concatenate, vlookup, left, dan mid. Dengan fungsi-fungsi tersebut akan
menghasilkan rumus yang dapat merubah angka menjadi huruf. Studi kasus kali ini
adalah membuat Kartu Hasil Studi (KHS) MAN 9 Jakarta, diharapkan peserta didik
dapat berlatih dirumah sehingga ketika pertemuan dengan materi ini berlangsung
peserta didik dapat bertanya tentang kesulitan atau pertanyaan lain tentang
materi ini, Kartu Hasil Studi (KHS) yang dibuat seperti gambar dibawah ini
:
- Ketika dimasukan angka di kolom Nilai sel F12 maka secara otomatis kolom Huruf sel G12 akan tertulis huruf sesuai dengan angka yang diketikan pada sel F12.
- di Kolom Afektif akan secara otomatis tertulis huruf dari A s/d D tergantung dari nilai yang diketikan di sel F12, jika nilai > 90 akan menghasilkan huruf A, jika nilai >70 akan menghasilkan huruf B, Jika nilai >50 akan menghasilkan huruf C dan sisanya adalah D.
- Sedangkan pada kolom Keterangan tertulis Tuntas atau Tidak Tuntas, Jika kolom Nilai lebih besar dari KKM, maka tertulis Tuntas.
Rumus :
- Untuk Kolom Huruf : =CONCATENATE( VLOOKUP (LEFT(F12,1), puluhan, 2)," ",VLOOKUP (RIGHT(F12,1), satuan,2))
- Untuk Kolom Afektif : =IF(F12>90,"A",IF(F12>70,"B",IF(F12>50,"C","D")))
- Untuk kolom Keterangan : =IF(E12<=F12,"Tuntas","Tidak Tuntas")
Sebelum
menulis rumus pada kolom huruf, terlebih dahulu blok tabel Satuan dan klik Define
Name (berada pada Tab Formulas atau klik kanan pada tabel yang dblok lalu pilih
Name a range) tulis di Name dengan kata Satuan. dan setelah itu blok tabel
Puluhan dan lakukan hal yang sama seperti tabel Satuan.
Konversi Angka Ke Huruf Untuk Penulisan Nilai Raport
Pada umumnya data yang ditulis di Buku Raport atau Laporan
Hasil Belajar Siswa antara lain, nama mata pelajaran kemudian disertai dengan
sebuah nilai untuk masing-masing mata pelajaran tersebut. Dan biasanya untuk
nilai yang terdapat dalam buku raport dibagi menjadi dua bagian, satunya berupa
angka dan yang berikutnya berupa huruf (penjabaran dari nilai angka).
Kaidah penulisannya tergantung dari masing-masing kebijakan sekolah, ada yang menggunakan nilai satuan dengan dua angka di belakang koma; contoh 7,65, dan ada yang menggunakan nilai puluhan dengan satu angka di belakang koma; contoh 76,5.
Kemudian biasanya untuk penulisan nilai dengan format huruf seperti berikut, nilai dengan angka 7,56 ditulis dalam format huruf menjadi Tujuh Koma Lima Enam bukan Tujuh Koma Lima Puluh Enam.
Formula berikut ini berfungsi untuk mengkonversi nilai Angka menjadi format huruf, dengan menggunakan satuan puluhan dengan dua angka di belakang koma sehingga hasilnya akan seperti berikut :
8,60 menjadi Delapan Koma Enam Nol
Kaidah penulisannya tergantung dari masing-masing kebijakan sekolah, ada yang menggunakan nilai satuan dengan dua angka di belakang koma; contoh 7,65, dan ada yang menggunakan nilai puluhan dengan satu angka di belakang koma; contoh 76,5.
Kemudian biasanya untuk penulisan nilai dengan format huruf seperti berikut, nilai dengan angka 7,56 ditulis dalam format huruf menjadi Tujuh Koma Lima Enam bukan Tujuh Koma Lima Puluh Enam.
Formula berikut ini berfungsi untuk mengkonversi nilai Angka menjadi format huruf, dengan menggunakan satuan puluhan dengan dua angka di belakang koma sehingga hasilnya akan seperti berikut :
8,60 menjadi Delapan Koma Enam Nol
Membuat Tabel Konversi
Buat sebuah tabel seperti gambar berikut
Tabel ini nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam penulisan format huruf menggunakan bantuan sebuah formula sederhana
Tabel ini nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam penulisan format huruf menggunakan bantuan sebuah formula sederhana
Menuliskan Nilai Dengan Format Angka
Sebagai contoh, ketikkan sembarang nilai di sel D1
dengan format angka satuan dengan dua angka di belakang koma - misal 5,28
Catatan :
jika komputer anda menggunakan setting Bahasa Indonesia maka gunakan tanda koma (,) sebagai pemisah angka desimal, sedangkan jika komputer anda menggunakan setting bahasa Inggris maka gunakan tanda titik (.)
Kesalah penulisan tanda baca akan menghasilkan pesan error #VALUE! untuk hasil akhirnya.
jika komputer anda menggunakan setting Bahasa Indonesia maka gunakan tanda koma (,) sebagai pemisah angka desimal, sedangkan jika komputer anda menggunakan setting bahasa Inggris maka gunakan tanda titik (.)
Kesalah penulisan tanda baca akan menghasilkan pesan error #VALUE! untuk hasil akhirnya.
Formula untuk merubah Angka menjadi huruf
ketikkan formula berikut di Sel E1
=VLOOKUP(LEFT(D1;1)*1;A1:B10;2)&" koma
"&VLOOKUP(MID(D1;3;1)*1;A1:B10;2)&"
"&VLOOKUP(RIGHT(FIXED(D1);1)*1;A1:B10;2)
Jika anda menggunakan format puluhan dengan satu angka dibelakang koma, gunakan formula berikut :
=VLOOKUP(LEFT(D1,1)*1,A1:B10,2)&"
"&VLOOKUP(MID(D1,2,1)*1,A1:B10,2)&" koma
"&VLOOKUP(RIGHT(FIXED(D1,1),1)*1,A1:B10,2)
Untuk menghilangkan pesan error #VALUE! dikarenakan tidak
adanya data yang dibaca di sel D1, maka gunakan bantuan formula IFERROR.
Untuk lebih jelasnya mengatasi error formula klik link ini
Untuk lebih jelasnya mengatasi error formula klik link ini
Cara Change Case | merubah huruf kecil menjadi kapital di ms excel 2007
Rate This
Change case pada office adalah fungsi untuk merubah huruf
kecil (lower case) menjadi huruf capital (Uppercase) atau sebaliknya dan fungsi
untuk merubah setiap awal huruf menjadi hurf capital. Pada Ms Word hal tersebut
dapat dengan mudah anda lakukan, yaitu dengan menggunakan fasilitas change
case.Berbeda dengan Ms Word yang dapat dilakukan dengan mudah, di Ms Excel
change case tidak bisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang ada pada
ribbon seperti halnya Ms Word. Pada Ms excel untuk melakukan perintah change
case anda harus memasukkan sebuah rumus pada sel lain dimana kalimat yang akan
diubah berada. Misalnya saja kalimat yang akan diubah menjadi huruf kecil atau
huruf capital berada pada sel A1, maka rumus yang dimasukkan harus berada disel
selain sel A1, misalnya B1.
Rumus / fungsi untuk melakukan change case, atau merubah huruf kecil menjadi
capital dan sebaliknya di ms excel adalah :- LOWER ( Untuk merubah huruf besar / capital menjadi huruf kecil semua )
- UPPER ( untuk merubah huruf kecil menjadi huruf besar / capital semua )
- PROPER ( untuk merubah setiap huruf di awal kata adalah huruf capital )
Sebagai
contoh cara penggunaannya adalah sebagai berikut ,
- Pada sel A1 silahkan tulis “merubah huruf besar”
- Padas el A2 silahkan tulis “MERUBAH HURUF BESAR”
- Padas el A3 silahkan tulis “merubah huruf besar”
- Pada sel B1 masukkan rumus “=upper(A1)”, A1 nya bisa ditunjuk menggunakan mouse atau ditulis menggunakan keyboard, setelah itu tekan enter. Maka tulisan akan berubah menjadi huruf capital semua.
- Pada sel B2 masukkan rumus “lower(A2)”, kemudian tekan enter. Maka tulisan akan menjadi huruf kecil semua.
- Pada sel B3 masukkan rumus “proper(A3)” kemudian tekan enter, maka setiap huruf awal kata akan menjadi capital.
Setelah itu silahkan copy sel B1,B2,B3 kemudian paste pada sel A1,A2,A3 dengan paste options pilih values. Sekarang anda bisa menghapus sel B1,B2,B3. Agak ribet juga ya,…. memang ! tapi kalau yang dirubah banyak tulisan tetap membantu mempercepat pekerjaan, kalau hanya sedikit yang dirubah ya lebih baik cara manual juga tidak menjadi masalah … Semoga postingan ini bisa membantu anda …
Konversi Angka ke Huruf di excel 2007
Macro Excel - Tutorial Cara Menggunakan Add-Ins Fungsi Terbilang
|
|
Free Download Macro Excel : Fungsi Terbilang -
Melanjutkan dua tulisan sebelumnya 'Macro Excel - Fungsi Terbilang :
Menerjemahkan Angka menjadi Text', dan 'Macro Excel - Tutorial
Instalasi Add-Ins Fungsi Terbilang', kali ini akan dijelaskan tentang Cara
Menggunakan Add-Ins Fungsi Terbilang. Link download ebook Tutorial ini, dapat
anda temukan pada bagian akhir tulisan ini. File Tutorial diformat dalam
bentuk pdf.
|
Seperti halnya dengan Instalasi, langkah-langkah menggunakan
Fungsi Terbilang dan Fungsi Terbilang Akuntansi juga sama. Yang
membedakannya hanyalah pada aplikasinya saja, atau pada output yang dihasilkan.
Perbedaan mendasar dari kedua Add-Ins tersebut adalah :
- Pada pembacaan angka digit di belakang koma.
Contoh :
'1500,00'
pada Fungsi Terbilang, dibaca 'seribu lima ratus'.
pada Fungsi Terbilang Akuntansi, dibaca 'seribu lima ratus koma nol nol'.
'1000,1'
pada Fungsi Terbilang dibaca 'seribu koma satu'.
pada Fungsi Terbilang Akuntansi dibaca'seribu koma nol nol.
'1550'
pada Fungsi Terbilang dibaca 'seribu lima ratus lima puluh'.
pada Fungsi Tebilang Akuntansi dibaca 'seribu lima ratus lima puluh koma nol nol'.
'1500,00'
pada Fungsi Terbilang, dibaca 'seribu lima ratus'.
pada Fungsi Terbilang Akuntansi, dibaca 'seribu lima ratus koma nol nol'.
'1000,1'
pada Fungsi Terbilang dibaca 'seribu koma satu'.
pada Fungsi Terbilang Akuntansi dibaca'seribu koma nol nol.
'1550'
pada Fungsi Terbilang dibaca 'seribu lima ratus lima puluh'.
pada Fungsi Tebilang Akuntansi dibaca 'seribu lima ratus lima puluh koma nol nol'.
- Perbedaan lainnya adalah pada pembulatan angka di belakang koma.
Sesuai dengan kaedah akuntansi, bahwa
untuk angka di belakang koma ditulis sampai dengan dua digit di belakang koma.
Sehingga pada Fungsi Terbilang Akuntansi jika angka di belakang koma
terdapat lebih dari dua, maka dilakukan pembulatan pada angka kedua di belakang
koma.
Pada Fungsi Terbilang, pembacaan angka dua digit di belakang koma tidak dilakukan pembulatan tetapi pembacaan dilakukan sesuai dengan angka yang tertera pada cell sumber. Ketika anda melakukan pembulatan dengan menggunakan Decrease Decimal, maka pada pembacaan Fungsi Terbilang tidak akan dibaca sesuai dengan nilai pembulatan yang tertera pada cell. Agar supaya pembacaan sesuai dengan nilai pembulatan, maka anda harus menerapkan fungsi ROUND() pada cell sumber.
Pada Fungsi Terbilang, pembacaan angka dua digit di belakang koma tidak dilakukan pembulatan tetapi pembacaan dilakukan sesuai dengan angka yang tertera pada cell sumber. Ketika anda melakukan pembulatan dengan menggunakan Decrease Decimal, maka pada pembacaan Fungsi Terbilang tidak akan dibaca sesuai dengan nilai pembulatan yang tertera pada cell. Agar supaya pembacaan sesuai dengan nilai pembulatan, maka anda harus menerapkan fungsi ROUND() pada cell sumber.
Lanjut, setelah Add Ins Fungsi Terbilang terinstall
pada komputer anda, sekarang akan dijelaskan tentang Bagaimana Cara
menggunakan Add-Ins Fungsi Terbilang. Mengingat keterbatasan
ruang, maka tutorial ini tidak disertai dengan screenshoot (gambar tampilan
layar). Untuk Tutorial yang dilengkapi dengan screenshoot silahkan anda
download melalui link yang disertakan pada bagian akhir tulisan.
Cara Menggunakan Add-Ins Fungsi Terbilang di Excel :
Cara Menggunakan Add-Ins Fungsi Terbilang di Excel :
- Buka Aplikasi Excel.
- Ketikkan
sembarang angka pada salah satu cell Excel.
misal : pada cell B2 ketikkan angka 12320865. - Sekarang
kita akan menterjemahkan nilai yang tertera pada cell B2 ke cell B3.
Klik "Insert Function" pada Kotak Insert Function. - Pada
jendela 'Insert Function', bagian 'Or select a category',
klik tanda segitiga, atau klik pada tulisan "Most
Recently Used".
Akan muncul Drop Down List. Pilih "User Defined".
Jika pada komputer anda hanya terinstall satu Macro buatan sendiri (fungsi terbilang), maka pada bagian "Select a function" hanya akan terdapat satu pilihan, yaitu fungsi 'terbilang', namun jika pada komputer anda sudah terinstall beberapa Macro buatan sendiri, maka akan terdapat beberapa pilihan sesuai dengan banyaknya Macro buatan sendiri yang terinstall.
Pastikan bahwa yang dipilih adalah fungsi terbilang. - Klik "OK",
akan muncul jendela 'Function Arguments'.
Berikut penjelasan tentang cara mengisi 'Function Arguments terbilang :
|
-
|
Bagian "Nilai_Angka"
|
:
|
cell sumber yang akan diterjemahkan. Pada contoh
ini, cel B2
|
|
|
-
|
Bagian "Style"
|
:
|
pilihan untuk format huruf hasil terjemahan. Diisi dengan
angka. Ada empat pilihan format huruf, yaitu :
|
|
|
0 dan 2
|
untuk format lowercase atau huruf
kecil semua.
|
|||
|
1
|
untuk format UPPERCASE atau huruf
besar semua.
|
|||
|
3
|
untuk format Capitalize Each Word
atau huruf besar pada awal kata.
|
|||
|
4
|
untuk format Sentence case atau huruf
besar hanya pada awal kalimat.
|
|||
|
-
|
Bagian "Satuan"
|
:
|
isi dengan nilai satuan yang akan dipakai. Misal, Rupiah,
buah, dll. Jika anda tidak akan mencantumkan satuan, maka bagian ini
dapat dibiarkan kosong.
|
|
- Pada
contoh ini, bahwa yang menjadi 'cell sumber' adalah B2.
Pada bagian 'Nilai Angka', ketikan B2. - Style
yang dipilih adalah 'Capitalize Each Word', atau huruf besar pada
awal kata.
Di bagian 'Style', isi dengan angka 3. - 'Satuan' yang digunakan adalah Rupiah. Pada bagian 'Satuan' ketikkan Rupiah.
- Setelah itu, klik "OK".
|
Perhatikan gambar di atas :
Ketika cell B3 di select, maka pada 'Insert Function Box', tercantum : =terbilang(B2;3;"Rupiah") B2 adalah cell rujukan atau cell sumber. 3 adalah pilihan style. Rupiah adalah satuan. |
TIPS :
Jika anda ingin meng-edit hasil terjemahan dari fungsi terbilang, cukup dengan mengklik ganda pada cell B2. Anda dapat menggantinya dengan mengetikkan secara manual, dengan pilihan sesuai dengan penjelasan di atas.
Demikian juga halnya jika anda ingin menambahkan fungsi terbilang pada cell yang lain, anda cukup meng-copy-nya dan di-paste ke cell lain. Kemudian di-edit. Atau bisa juga, dengan cara diketik secara manual sesuai format di atas.
Download :
- Download Tutorial Cara Menggunakan Add-Ins Fungsi Terbilang
- Download File Macro Fungsi Terbilang
- Download File Macro Fungsi Terbilang Akuntansi
Versi pertama Excel dirilis untuk Macintosh pada tahun 1985 dan versi Windows-nya menyusul (dinomori versi 2.0) pada November 1987. Lotus ternyata terlambat turun ke pasar program spreadsheet untuk Windows, dan pada tahun tersebut, Lotus 1-2-3 masih berbasis MS-DOS. Pada tahun 1988, Excel pun mulai menggeser 1-2-3 dalam pangsa pasar program spreadsheet dan menjadikan Microsoft sebagai salah satu perusahaan pengembang aplikasi perangkat lunak untuk komputer pribadi yang andal. Prestasi ini mengukuhkan Microsoft sebagai kompetitor yang sangat kuat bagi 1-2-3 dan bahkan mereka mengembangkannya lebih baik lagi. Microsoft, dengan menggunakan keunggulannya, rata-rata merilis versi Excel baru setiap dua tahun sekali, dan versi Excel untuk Windows terakhir adalah Microsoft Office Excel 2007 (Excel 12), sementara untuk Macintosh (Mac OS X), versi terakhirnya adalah Microsoft Excel 2004.
Pada awal-awal peluncurannya, Excel menjadi sasaran tuntutan perusahaan lainnya yang bergerak dalam bidang industri finansial yang telah menjual sebuah perangkat lunak yang juga memiliki nama Excel. Akhirnya, Microsoft pun mengakhiri tuntutan tersebut dengan kekalahan dan Microsoft harus mengubah nama Excel menjadi “Microsoft Excel” dalam semua rilis pers dan dokumen Microsoft. Meskipun demikian, dalam prakteknya, hal ini diabaikan dan bahkan Microsoft membeli Excel dari perusahaan yang sebelumnya menuntut mereka, sehingga penggunaan nama Excel saja tidak akan membawa masalah lagi. Microsoft juga sering menggunakan huruf XL sebagai singkatan untuk program tersebut, yang meskipun tidak umum lagi, ikon yang digunakan oleh program tersebut masih terdiri atas dua huruf tersebut (meski diberi beberapa gaya penulisan). Selain itu, ekstensi default dari spreadsheet yang dibuat oleh Microsoft Excel hingga versi 11.0 (Excel 2003) adalah *.xls sedangkan mulai Microsoft Office Excel 2007 (versi 12.0) ekstensi default-nya adalah *.xlsx yang mendukung format HTML namun dengan isi yang sama memiliki ukuran file yang lebih kecil jika dibandingkan dengan versi-versi Excel sebelumnya.
Excel menawarkan banyak keunggulan antarmuka jika dibandingkan dengan program spreadsheet yang mendahuluinya, tapi esensinya masih sama dengan VisiCalc (perangkat lunak spreadsheet yang terkenal pertama kali): Sel disusun dalam baris dan kolom, serta mengandung data atau formula dengan berisi referensi absolut atau referensi relatif terhadap sel lainnya.
Excel merupakan program spreadsheet pertama yang mengizinkan pengguna untuk mendefinisikan bagaimana tampilan dari spreadsheet yang mereka sunting: font, atribut karakter, dan tampilan setiap sel. Excel juga menawarkan penghitungan kembali terhadap sel-sel secara cerdas, di mana hanya sel yang berkaitan dengan sel tersebut saja yang akan diperbarui nilanya (di mana program-program spreadsheet lainnya akan menghitung ulang keseluruhan data atau menunggu perintah khusus dari pengguna). Selain itu, Excel juga menawarkan fitur pengolahan grafik yang sangat baik.
Ketika pertama kali dibundel ke dalam Microsoft Office pada tahun 1993, Microsoft pun mendesain ulang tampilan antarmuka yang digunakan oleh Microsoft Word dan Microsoft PowerPoint untuk mencocokkan dengan tampilan Microsoft Excel, yang pada waktu itu menjadi aplikasi spreadsheet yang paling disukai.
Sejak tahun 1993, Excel telah memiliki bahasa pemrograman Visual Basic for Applications (VBA), yang dapat menambahkan kemampuan Excel untuk melakukan automatisasi di dalam Excel dan juga menambahkan fungsi-fungsi yang dapat didefinisikan oleh pengguna (user-defined functions/UDF) untuk digunakan di dalam worksheet. Dalam versi selanjutnya, bahkan Microsoft menambahkan sebuah integrated development environment (IDE) untuk bahasa VBA untuk Excel, sehingga memudahkan programmer untuk melakukan pembuatan program buatannya. Selain itu, Excel juga dapat merekam semua yang dilakukan oleh pengguna untuk menjadi macro, sehingga mampu melakukan automatisasi beberapa tugas. VBA juga mengizinkan pembuatan form dan kontrol yang terdapat di dalam worksheet untuk dapat berkomunikasi dengan penggunanya. Bahasa VBA juga mendukung penggunaan DLL ActiveX/COM, meski tidak dapat membuatnya. Versi VBA selanjutnya menambahkan dukungan terhadap class module sehingga mengizinkan penggunaan teknik pemrograman berorientasi objek dalam VBA.
Fungsi automatisasi yang disediakan oleh VBA menjadikan Excel sebagai sebuah target virus-virus macro. Ini merupakan problem yang sangat serius dalam dunia korporasi hingga para pembuat antivirus mulai menambahkan dukungan untuk mendeteksi dan membersihkan virus-virus macro dari berkas Excel. Akhirnya, meski terlambat, Microsoft juga mengintegrasikan fungsi untuk mencegah penyalahgunaan macro dengan menonaktifkan macro secara keseluruhan, atau menngaktifkan macro ketika mengaktifkan workbook, atau mempercayai macro yang dienkripsi dengan menggunakan sertifikat digital yang tepercaya.
Masing-masing kategori memiliki toolbar yang dikelompokkan sesuai dengan kriterianya dan dapat diakses secara cepat dan mudah. Selengkapnya tentang lembar kerja atau tampilan antarmuka Excel 2007 ditunjukkan pada gambar berikut:
Jenis-Jenis Pointer Ms. Excel
Berbeda dengan pointer dalam Microsoft Word, dalam Excel pointer selain berguna sebagai penunjuk cell atau objek juga dapat digunakan untuk operasi lain. Berikut beberapa jenis pointer dalam Excel beserta fungsinya.
|
JENIS POINTER
|
FUNGSI
|
|
Loading …
|
Memilih cell/range
|
|
Loading …
|
Memindah cell dan objek
|
|
Loading …
|
Memperlebar/mempersempit kolom
|
|
Loading …
|
Memperlebar/mempersempit baris
|
|
Loading …
|
Mengopi cell dan fungsi didalamnya
|
Untuk anda dapat bekerja dengan baik dan cepat dalam Excel 2007, anda dapat memanfaatkan beberapa konfigurasi khusus untuk menggerakkan pointer/kursor. Berikut daftar tombol-tombol penggerak pointer :
|
TOMBOL
|
FUNGSI
|
|
Anak panah kanan (→)
|
Menggerakkan pointer satu cell ke kanan
|
|
Anak panah kiri (←)
|
Menggerakkan pointer satu cell ke kiri
|
|
Anak panah bawah ( ↓ )
|
Menggerakkan pointer satu cell ke bawah
|
|
Anak panah atas ( ↑ )
|
Menggerakkan pointer satu cell ke atas
|
|
Page Down
|
Menggulung dokumen satu layar ke bawah
|
|
Page Up
|
Menggulung dokumen satu layar ke atas
|
|
Ctrl + →
|
Pointer ke kanak ke akhir data (tanpa selang)
|
|
Ctrl + ←
|
Pointer ke kiri ke akhir data (tanpa selang)
|
|
Ctrl + ↓
|
Pointer ke bawah ke akhir data (tanpa selang)
|
|
Ctrl + ↑
|
Pointer ke atas ke akhir data (tanpa selang)
|
|
Home
|
Pointer ke awal baris
|
|
Ctrl + Home
|
Ke awal worksheet (A1)
|
|
Ctrl + End
|
Ke akhir sebuah data (bedakan dengan data tanpa selang)
|
|
Alt + Page Down
|
Menggulung dokumen satu layar ke kanan
|
|
Alt + Page Up
|
Menggulung dokumen satu layar ke kiri
|
|
Ctrl + Page Down
|
Pindah ke sheet berikutnya
|
|
Ctrl + Page Up
|
Pindah ke sheet sebelumnya
|
|
Ctrl + F6
|
Pindah ke workbook berikutnya, untuk kembali ke workbook
sebelumnya tekan Ctrl + F6
|
|
F6
|
Berpindah antar jendela jika jendela di bagi dua
|
|
Tab
|
Menggerakkan pointer dalam worksheet yang diproteksi
|
|
PERINTAH
|
FUNGSI
|
|
Klik batang kolom (Column Headers)
|
Memblok 1 kolom
|
|
Klik batang baris (Row Headers)
|
Memblok 1 baris
|
|
Klik + Seret mouse (drag)
|
Memblok sekumpulan data (range)
|
|
Ctrl + Klik atau seret
|
Memblok beberapa range
|
|
TOMBOL
|
FUNGSI
|
|
Shift + Anak panah kanan
|
Memblok 1 cell ke kanan
|
|
Shift + Anak panah kiri
|
Memblok 1 cell ke kiri
|
|
Shift + anak panah bawah
|
Memblok 1 cell ke bawah
|
|
Shift + Anak panah atas
|
Memblok 1 cell ke atas
|
Sebuah worksheet memiliki tampilan sama seperti table dalam Ms.Word, tetapi dengan kemampuan perhitungan yang lebih komplit dibandingkan kemampuan dari table Ms.Word. Sebuah workbook baru terdiri dari 3 buah worksheet yang diberi nama Sheet1, Sheet2 dan Sheet3. Ketika anda menekan tab worksheet, Excel akan menampilkan isi dari Worksheet yang bersangkutan.
Cara Menambahkan Workbook Ms. Excel 2007 – [Kembali ke daftar isi]
Cara 1:
- Klik Office Button ( ) yang terletak pada pojok kiri atas dokumen.
- Pilih New.
- Pada kotak dialog yang muncul pilih Blank Workbook.
- Klik Create
- Tekan tombol Ctrl bersamaan dengan tombol N (Ctrl+N) pada keyboard.
Cara 1:
Tekan tab Insert Worksheet yang terletak disebelah kanan Sheet3.
Cara 2:
Tekan tombol Shift+F11 pada keyboard.
Cara 3:
- Klik kanan pada salah satu tab worksheet
- Pilih Insert
- Pada kotak dialog yang muncul pilih Worksheet
- Klik OK.
Cara 1:
- Klik kanan tab worksheet yang akan diganti namanya
- Pilih Rename.
- Ketikkan nama baru.
- Klik 2 kali tab worksheet yang akan diganti namanya
- Ketikkan nama baru
Klik kanan tab worksheet yang akan dihapus
- Pilih Delete
Cara 1:
- Klik Office Button.
- Pilih Open.
- Pada kotak dialog yang muncul pilih tempat penyimpanan workbook.
- Klik Open
- Tekan tombol Ctrl+O pada keyboard.
- Pada kotak dialog yang muncul pilih tempat penyimpanan workbook.
- Klik Open
Cara 1:
- Klik Office Button.
- Pilih Save.
- Pada kotak dialog yang muncul pilih tempat penyimpanan workbook.
- Pada kotak isian file name isikan dengan nama yang diinginkan.
- Klik Save
- Tekan tombol Ctrl+S pada keyboard.
- Pada kotak dialog yang muncul pilih tempat penyimpanan workbook.
- Pada kotak isian file name isikan dengan nama yang diinginkan.
- Klik Save
Cara 1:
- Klik Office Button.
- Pilih Close.
Klik tombol Close pada pojok kanan atas dokumen.
Cara 3:
Tekan tombol Ctrl+W pada keyboard.
Contoh:
Cell A1 => merupakan perpotongan antara kolom A dan baris 1
Cell D4 => merupakan perpotongan antara kolom D dan baris 4
Nama Cell berguna untuk menentukan penggunaan rumus dan pengolahan data terhadap cell yang bersangkutan dan memudahkan penulisan rumus/formula.
Contoh:
Perkalian antara cell A1 dan D4 dapat dituliskan dengan =A1*D4
Gabungan/kumpulan dari beberapa cell biasa disebut dengan Range.
Contoh;
Range (A1:D4) => merupakan hasil seleksi/gabungan cell A1 sampai D4.
Range (D7:H10) => merupakan hasil seleksi/gabungan cell D7 sampai H10.
Range berguna untuk mendefinisikan beberapa cell untuk operasi aritmatika ataupun statistik.
Contoh:
=SUM(A1:D10) => merupakan perintah untuk menjumlahkan cell pada jangkauan/range A1 sampai D10.
Cara Menambah Cell Microsoft Excel 2007 –
Untuk menambahkan cell baru didalam worksheet dapat dilakukan dengan cara:
- Klik tab Home
- Pilih kategori Cells
- Klik tanda panah pilihan insert
- Pilih Insert Cells
- Pilih salah satu opsi pilihan yang tampil
- Klik OK
Untuk menambahkan baris baru didalam worksheet dapat dilakukan dengan cara:
- Klik tab Home
- Pilih kategori Cells
- Klik tanda panah pilihan insert
- Pilih Insert Sheet Rows
- Klik tab Home
- Pilih kategori Cells
- Klik tanda panah pilihan insert
- Pilih Insert Sheet Columns
Excel mengijinkan beberapa jenis pemasukan data antara lain :
- Labels : Teks berisi keterangan seperti nama, alamat dan keterangan lain. Untuk menuliskan tipe data ini cukup dengan klik cell yang akan diisi data, kemudian ketikkan teks yang akan ditampilkan
- Numbers : Teks berupa angka seperti 30, -198,
345,5 dan sebagainya. Untuk menuliskan tipe data ini cukup dengan klik
cell yang akan diisi data, kemudian ketikkan angka akan ditampilkan.
Penulisan karaktek koma(dalam format Indonesia)
atau titik(dalam format Inggris) mendefinisikan angka decimal/pecahan. - Tanggal dan waktu : Excel mengijinkan
penulisan tanggal dan waktu sesuai dengan format yang dikenali.
Untuk menuliskan tipe data ini cukup dengan menuliskan teks sesuai dengan format tanggal dan waktu.
Contoh :
Tanggal : 27/10/2008 atau 27-10-2008, dan sebagainya
Waktu : 13:30:00
Tanggal : 27/10/2008 atau 27-10-2008, dan sebagainya
Waktu : 13:30:00
- Formula : Ekspresi untuk menghitung hasil
numeric/teks berdasarkan rumus tertentu. Untuk menuliskan rumus/formula
dalam excel dapat dilakukan dengan mengawali isi cell dengan karakter sama
dengan (=) kemudian diikuti rumus yang diinginkan.
menjumlahkan cell A3 dan D9.àContoh : =A3+D9
Untuk mengubah isi data dari cell dapat dilakukan dengan 3 cara.
Cara 1:
- Klik cell yang ingin diubah
- Aktifkan formula bar dengan cara klik diarea formula bar.
- Klik dua kali cell yang ingin diubah
- Kemudian ganti isinya dengan yang baru
- Klik cell yang ingin diubah
- Tekan tombol F2 pada keyboard.
- Kemudian ganti isinya dengan yang baru
Untuk menghapus keseluruhan isi dari cell anda dapat lakukan dengan mengaktifkan cell tujuan kemudian tekan Delete. Sedangkan untuk menghapus data dalam sebuah range, dapat dilakukan dengan memblok cell yang akan dihapus, kemudian tekan Delete.
- Klik tab Home
- Pilih kategori Cells
- Klik tombol Format
- Pilih Format Cells (atau dapat juga dengan menekan tombol Ctrl+1). Sehingga akan ditampilkan kotak dialog format cell.
1. Numbering –
Digunakan untuk mengatur format angka dari cell. Terdapat 12 pilihan kategori jenis angka antara lain :
Tabel 5
2. Alignment – [
]
Digunakan untuk mengatur perataan dari cell.
Terdapat 4 buah pengaturan :
1) Text alignment
Digunakan untuk mengatur perataan teks,terdapat 2 buah opsi pengatura yaitu:
Horizontal : Perataan secara horizontal
Vertical erataan secara vertical
2) Text control
Wrap text : Membuat teks mengikuti ukuran lebar cell
Shrink to fit : Membuat teks mengecil mengikuti lebar cell
Merge cells : Menggabungkan cell
3) Right-to-left
Text Direction : Mengatur arah penulisan teks
4) Orientation
Mengatur derajat kemiringan dari teks.
3. Font –
Digunakan untuk mengatur karakter huruf dari cell
Terdapat 6 buah pengaturan :
1) Font
Digunakan untuk memilih jenis huruf yang diinginkan.
2) Font Style
Digunakan untuk memilih gaya penulisan (tergantung font),terdiri dari:
- Regular
- Italic (cetak miring) (Ctrl+I)
- Bold (cetak tebal) (Ctrl+B)
- Bold Italic (cetak tebal dan miring)
Digunakan untuk mengatur ukuran huruf.
4) Underline
Digunakan untuk mengatur garis bawah huruf.
5) Color
Digunakan untuk mengatur warna huruf dan garis bawah.
6) Effects
Digunakan untuk memberi efek huruf, terdiri dari:
- Strikethrough : efek coretan
- Superscript : huruf berukuran kecil diatas karakter umum (seperti pangkat)
- Subscript : huruf berukuran kecil dibawah karakter umum.
Digunakan untuk mengatur bingkai/garis luar dari cell
Terdapat 4 buah pengaturan :
Line
Digunakan untuk mengatur jenis garis
Color
Digunakan untuk mengatur warna garis
Presets
None : tanpa bingkai
Outline : memberi garis luar cell/range.
Inside : memberi garis dalam cell/range
Border
Digunakan untuk memberi garis sesuai arah yang diinginkan.
Digunakan untuk memberi warna cell.
Backgroud Color
Digunakan untuk memilih warna latar belakang cell. Tombol pilihan Fill Effect digunakan untuk memberi warna dengan efek tertentu.
Pattern Color
Digunakan untuk memilih warna arsiran dari cell
Pattern Style
Digunakan untuk memilih jenis arsiran untuk cell
Digunakan untuk melindugi isi cell dengan
mengunci dan/atau menyembunyikan rumus didalam cell.
Cara Menulis Rumus Ms. Excel 2007 – [Kembali ke daftar isi]
Ada beberapa cara untuk menuliskan rumus/formula dalam excel.
Cara 1:
- cell untuk mengaktifkan cell yang akan diberi rumus
- Kemudian ketikkan rumus yang anda inginkan pada formula bar, contoh : =F5-G5
- Klik cell untuk mengaktifkan cell yang akan diberi rumus
- Ketikkan sama dengan (=) pada keyboard. (disertai rumus tertentu jika perlu).
- Kemudian klik cell tujuan pertama.
- Ketikkan operator melalui keyboard
- Kemudian klik cell tujuan kedua.
- Klik cell untuk mengaktifkan cell yang akan diberi rumus
- Klik tombol insert function yang berada disebelah kiri formula bar, sehingga muncul kotak dialog.
- Pada bagian select category pilih kategori rumus.
- Kemudian pada bagian Select a function pilih rumus/fungsi yang diinginkan.
- Klik tombol OK, dan isikan data yang diperlukan.
- Klik OK.
Ada 2 cara untuk menyalin rumus dari satu cell ke alamat cell lain:
Cara 1:
- Klik/Blok cell yang akan disalin
- Klik tab Home
- Pilih kategori Clipboard
- Klik tombol Copy (Ctrl+C)
- Klik/Blok cell tempat penyalinan
- Klik tombol Paste (Ctrl+V)
- Klik/Blok cell yang akan disalin
- Arahkan ke pojok kanan bawah dari cell sehingga akan muncul tanda kursor +
- Drag kursor kearah cell akan disalin (kanan/kiri/atas/bawah).
Operator Aritmatika dipakai untuk penghitungan dasar-dasar matematika, misalnya penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan lain lain.
Macam macam operator aritmatika:
Tabel operator di sini
Hierarki adalah urutan pelaksanaan eksekusi suatu operasi jika terdapat beberapa operator sekaligus dalam satu rumus. Untuk mempengaruhi urutan hierarki dapat dipengaruhi dengan mengelompokkannya menggunakan tanda kurung.
Alamat Relatif dan Alamat Absolut – [Kembali ke daftar isi]
a. Alamat Relatif
Jika kita punya sebuah rumus yang merupakan operasi dari beberapa cell, maka Excel akan menerjemahkan alamat relatif sebagai lokasi relatif suatu alamat cell atau range dari lokasi alamat lainnya.
Contoh : Pada Cell E5 berisi rumus “ =E3*E4 “, Jika rumus tersebut di copy ke sel F5, maka akan otomatis berubah menjadi “ =F3*F4 “.’
b. Alamat Absolut
Alamat absolut adalah alamat yang selalu bernilai sama meskipun rumusnya di copy kan ke manapun. Penulisan alamat absolut selalu ditambahkan tanda “ $ “ pada nama kolom dan/atau nomor barisnya atau dengan menekan tombol F4 pada keyboard.
Terdapat 2 jenis alamat absolut:
1) Semi Absolut
Pada alamat semi absolut, penguncian hanya dilakukan pada salah satu diantara kolom dan baris.
Contoh:
- $C9 : Penguncian kolom C, dengan cara ini ketika cell dicopy kekanan alamat cell akan tetap dibaca sebagai $C9 bukan D9, namun ketika dicopy kebawah alamat cell akan berubah menjadi $C10.
- C$9 : Penguncian baris 9, dengan cara ini ketika cell dicopy ke bawah alamat cell akan tetap dibaca sebagai C$9 bukan C10, namun ketika dicopy ke kanan alamat cell akan berubah menjadi D$9.
Pada alamat absolut mutlak, penguncian akan dilakukan pada kolom dan baris sekaligus.
Contoh:
Pada sel E3 kita isikan rumus “ =E2*$E$2 “. Jika rumus itu kita kopikan ke sel F4, maka rumusnya akan menjadi “ =F2*$E$2 “. Terlihat bahwa alamat E2 akan tetap. E2 disebut alamat absolut mutlak.
Kategori fungsi yang disediakan antara lain :
- Fungsi Financial. Untuk mengolah data keuangan
- Fungsi Date & Time. Untuk mengolah data tanggal dan waktu.
- Fungsi Math & Trig, untuk mengolah data matematika dan trigonometri.
- Fungsi Statistical, untuk mengolah data statistik.
- Fungsi Lookup dan Reference, untuk mengolah data berdasarkan tabel & data referensi.
- Fungsi Database, untuk mengolah database.
- Fungsi Text, untuk memanipulasi teks.
- Fungsi Logical, untuk pengolahan data yang memerlukan pilihan pilihan logika.
- Fungsi Information, untuk mendapatkan informasi pada sel atau range.
- Fungsi Engineering, untuk pengolahan data teknik.
Bentuk penulisan fungsi SUM adalah
=Sum(angka1;angka2;…)
Contoh
=Sum (3;10;1) => hasilnya 14
Jika Sum untuk menjumlah sel
=SUM(Sel1;Sel2;…)
Contoh:
=SUM(A1;B6;C8)
Jika Sum untuk menjumlah range
=SUM(range)
Contoh:
=SUM(A1:A5) => menjumlahkan Range A1 sampai A5
2. AVERAGE – [Kembali ke daftar isi]
Digunakan untuk menghitung rerata/ rata-rata.
Bentuk penulisannya adalah
=AVERAGE(nilai1;nilai2;…)
Contoh:
=AVERAGE(2;4;3) => hasilnya adalah 3
=AVERAGE(A1:A5) => mencari nilai rata-rata dari isi sel A1 sampai A5
3. MAX – [Kembali ke daftar isi]
Digunakan untuk mencari nilai maksimal dari satu set data
Bentuk penulisannya adalah
=MAX(nilai1;nilai2;…)
Contoh:
hasilnya adalah 10à=MAX(2;4;10;6;8)
akan mencari nilai maksimal dari A1 sampai A5à=MAX(A1:A5)
4. MIN – [Kembali ke daftar isi]
Digunakan untuk mencari nilai minimal dari satu set data
Bentuk penulisannya adalah
=Min(nilai1;nilai2;…)
Contoh
hasilnya adalah 2à=MIN(2;4;10;6;8)
akan mencari nilai minimal dari A1 sampai A5à=MIN(A1:A5)
5. COUNT – [Kembali ke daftar isi]
Digunakan untuk menghitung berapa buah argumen yang berisi data numerik
Bentuk penulisannya adalah
=COUNT(argumen1;argumen2;…)
Contoh
Hasilnya adalah 3à=COUNT(2;”A”;”B”;5;7)
Jika nilai argumen logika nya TRUE maka hasilnya akan bernilai NOT. Demikian juga sebaliknya.
Bentuk penulisannya
=NOT(nilai logika)
Contoh
=NOT(4>5) => hasilnya adalah TRUE
2. AND – [Kembali ke daftar isi]
Dipakai untuk menggabungkan nilai logika dari beberapa nilai logika menjadi satu nilai logika baru. Hasilnya akan bernilai TRUE bila seluruh logika yang digabungkan bernilai TRUE.
Bentuk penulisannya adalah
=AND(logika1;logika2;…)
Contoh =AND(5>1;3<7> akan bernilai TRUE7>
3. OR – [Kembali ke daftar isi]
Sama dengan logika And namun, untuk logika Or hasilnya akan bernilai TRUE jika salah satu nilai logika yang digunakan bernilai TRUE. Akan bernilai False bila tidak ada nilai logika yang bernilai TRUE.
Bentuk penulisannya adalah
=OR(logika1;logika2;…)
Contoh:
=OR(5>1;9<7> bernilai TRUE
=OR(5<1> bernilai FALSE1>7>
4. IF - [Kembali ke daftar isi]
If adalah fungsi logika untuk memilih satu dari dua nilai berdasar pengujian logika.
Bentuk penulisannya
=IF(UjiLogika;nilaiJikaBenar;NilaiJikaSalah)
Contoh:
=IF(E4> Akan menghasilkan “Lulus” jika E4à80;”Lulus”;”Gagal”) >80,jika E4 kurang dari 80 maka hasilnya “Gagal”.
Fungsi Vlookup digunakan untuk mencari nilai berdasarkan pembacaan pada tabel referensi yang ditentukan berdasarkan no kolom (data tersusun secara vertikal).
Bentuk Penulisan
=VLOOKUP(Kriteria;Tabel_Rujukan;No_Kolom_Tabel_Rujukan;Rangelookup)
Contoh:
=VLOOKUP(C3;$F$3:$G$7;2;TRUE)
=VLOOKUP(C3;TABEL1;2;1)
2. HLOOKUP - [Kembali ke daftar isi]
Fungsi Hlookup digunakan untuk mencari nilai berdasarkan pembacaan pada tabel referensi yang ditentukan berdasarkan no baris (data tersusun secara horizontal).
Bentuk Penulisan
=HLOOKUP(Kriteria;Tabel_Rujukan;No_Baris_Tabel_Rujukan;Rangelookup)
Contoh :
=HLOOKUP(C3;$F$3:$I$4;1;FALSE).
=HLOOKUP(C3;TABEL2;1;0).
Membuat Daftar Nilai Rapor Dengan Fungsi Vlookup
Saat ini telah banyak para pengajar yang memanfaatkan
Microsoft Excel sebagai sarana untuk mengolah nilai ataupun mengolah data
sehingga pekerjaan akan lebih efektif.
Nah kali ini saya akan mencontohkan sebuah nilai mid semester yang diolah dengan Excel dan memanfaatkan fungsi Vlookup. Kemudian daftar nilai ini akan dicetak dalam bentuk satu halaman untuk satu siswa. Cukup banyak cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkan hasil seperti ini. Salah satu cara adalah dengan membuat satu worksheet yang berisi daftar nilai, dan satu buah worksheet yang disusun dalam bentuk laporan.
Langkah pertama, kita buat file baru yang berisi 3 buah worksheet. Kemudian worksheet pertama diberi nama Data Nilai, worksheet kedua diberi nama Rapor dan worksheet ketiga dengan dengan nama angka.
Pada worksheet daftar nilai, isi daftar nilai siswa seperti gambar berikut. Kolom nilai yang diperlukan bisa disesuaikan kebutuhan.
Nah kali ini saya akan mencontohkan sebuah nilai mid semester yang diolah dengan Excel dan memanfaatkan fungsi Vlookup. Kemudian daftar nilai ini akan dicetak dalam bentuk satu halaman untuk satu siswa. Cukup banyak cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkan hasil seperti ini. Salah satu cara adalah dengan membuat satu worksheet yang berisi daftar nilai, dan satu buah worksheet yang disusun dalam bentuk laporan.
Langkah pertama, kita buat file baru yang berisi 3 buah worksheet. Kemudian worksheet pertama diberi nama Data Nilai, worksheet kedua diberi nama Rapor dan worksheet ketiga dengan dengan nama angka.
Pada worksheet daftar nilai, isi daftar nilai siswa seperti gambar berikut. Kolom nilai yang diperlukan bisa disesuaikan kebutuhan.
Sedangkan di worksheet Rapor, buat desain yang diinginkan untuk dicetak ke kertas.
Sedang worksheet ketiga berisi tabel pembanding sebagai acuan untuk memasukkan angka dalam bentuk huruf.
Selanjutnya pada worksheet Data Nilai setelah selesai dimasukkan datanya, maka blok dari sel A5 hingga sel T55, lalu pada name box buat nama range (misalnya rpr)
Lalu pada worksheet angka setelah selesai dibuat datanya, maka blok dari sel A1 hingga B5001, setelah itu pada name box beri nama (misalnya bet)
Setelah itu buat data pada Rapor sesuai kebutuhan
Setelah itu pada sel J10 buatlah angka 1, sebagai kunci untuk data
Pada sel D10 buatlah rumus =VLOOKUP($J$10;rpr;2)
Pada sel D11 buatlah rumus =VLOOKUP($J$10;rpr;3)
Pada sel E16 buatlah rumus =VLOOKUP($J$10;rpr;4)
Pada sel E17 buatlah rumus =VLOOKUP($J$10;rpr;5)
Hingga sampai pada sel E30 (angka 2, 3, 4, 5 dan seterusnya adalah letak kolom data pada worksheet Data Nilai)
Untuk rumus terbilang pada Nilai Rata-rata pada sel F32, buatlah rumus =PROPER(VLOOKUP(E32;bet;2))
Untuk membuat rumus terbilangnya seperti pada sel F16 buatlah rumus =PROPER(VLOOKUP(VALUE(LEFT(E16;1));nil;2)&
" Puluh "&VLOOKUP(VALUE(RIGHT(E16;1));nil;2)),
Jika Anda masih ragu dan bingung dengan penjelasan diatas, sebagai panduan Anda membuat contoh rapor sesuai penjelasan diatas Anda dapat mendownload file Excel disini
Untuk mencetak hasil di rapor cukup memasukkan angka 1 pada sel J10 lalu klik print, lalu untuk siswa berikutnya masukkan angka 2 lalu print lagi dan seterusnya sesuai jumlah siswa yang ada.
pelajaran tentang excel
istilah-istilah dan fungsi formula excel 2007
Microsoft Excel merupakan perangkat lunak untuk mengolah data
secara otomatis meliputiperhitungan dasar, penggunaan fungsi-fungsi, pembuatan
grafik dan manajemen data.Perangkat lunak ini sangat membantu untuk
menyelesaikan permasalahan administratif mulai yang paling sedernaha
sampai yang lebih kompleks. Permasalahan sederhana tersebut misalnya
membuat rencana kebutuhan barang meliputi namabarang, jumlah barang dan
perkiraan harga barang. Contoh permasalahan yang lebih kompleks
adalah pembuatan laporan keuangan (general ledger) yang memerlukan banyak perhitungan,
manajemen data dengan menampilkan grafik atau pivot tabel atau penggunaan
fungsi-fungsi matematis ataupun logika pada sebuah laporan. untuk lebih
jelasnya fungsi-fungsi tersebut di sampaikan pada paparan di bawah ini
Istilah-istilah dalam Excel
1. Cell : merupakan bagian terkecil dari worksheet yng dapat diisi dengan jumlah karakter (max. 255 karakter) isi cell dapat berupa value, formula atau text. Contoh : cell A3, cell D5
1. Cell : merupakan bagian terkecil dari worksheet yng dapat diisi dengan jumlah karakter (max. 255 karakter) isi cell dapat berupa value, formula atau text. Contoh : cell A3, cell D5
2. Worksheet (lembar Kerja) : merupakan kumpulan dari 256
kolom dan 65536 baris.
3. Workbook (buku kerja) : merupakan kumpulan dari 256
worksheet (berlabel sheet1 sampai sheet 256)
4. Range : merupakan sekelompok cell yang akan mendapataksi
sama sesuai perintah yang anda jalankan. Pemberian alamat/ address dilakukan
mulai dari cell sudut kiri atas sampai cell sudut kanan bawah. Contoh : A4:D6 →
range mulai dari cell A4 sampai cell D6
5. Alamat Relatif : merupakan alamat yang jika dituliskan
kedalam bentuk rumus atau fungsi akan berubah jika dicopy ke cell lain.
Contoh : cell berisi formula A5*6 ,B3 dicopy ke C5 formula pada C5 berubah menjadi B8*6
Contoh : cell berisi formula A5*6 ,B3 dicopy ke C5 formula pada C5 berubah menjadi B8*6
6. Alamat Semi Absolut : merupakan alamat yang dituliskan
dengan tanda $ didepan baris atau kolomsehingga nilai tidak akan berubah.
Contoh : Cell B1 berisi formula $A1*7,B1 dicopy kan ke D5 formula pada D5 menjadi $A5*7
Contoh : Cell B1 berisi formula $A1*7,B1 dicopy kan ke D5 formula pada D5 menjadi $A5*7
7. Alamat Absolut : merupakan alamat yang dituliskan dengan
tanda $ didepan baris dan kolom.tekan tombol F4 untuk menghasilkan alamat
absolut pada formula bar. Contoh : cell B1 berisi formula $A$1&5,B1 dicopy
kan ke C3 formula pada C3 menjadi $A$1*5
8. Name Box : menunjukkan pada cell/ range yang aktif saat
itu. Anda dapat juga membuat nama range melalui kotak nama disebelah kiri
formula bar.
Contoh : Holla nama lain range A5:G7
Contoh : Holla nama lain range A5:G7
Menulis Rumus
1.Operasi Logika
Dibawah ini terdapat operasi logika anda dapat menggunakan operasi resali atau perbandingan dengan lambang yang digunakan pada Excel dan fungsinya sebagai berikut :
a. = : sama dengan
b. > : lebih besar dari
c. < : lebih kecil dari d. >= : lebih besar atau sama dengan
e. <= : lebih kecil atau sama dengan f. <> : tidak sama dengan
1.Operasi Logika
Dibawah ini terdapat operasi logika anda dapat menggunakan operasi resali atau perbandingan dengan lambang yang digunakan pada Excel dan fungsinya sebagai berikut :
a. = : sama dengan
b. > : lebih besar dari
c. < : lebih kecil dari d. >= : lebih besar atau sama dengan
e. <= : lebih kecil atau sama dengan f. <> : tidak sama dengan
2. Menggunakan Fungsi
Fungsi sebenarnya adalah rumus yang sudah ada disediakan oleh Excel 2003, yang akan membantu dalam proses perhitungan. Kita tinggal memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Umumnya penulisan Fungsi harus dilengkapi dengan argumen, baik erupa angka, label, rumus, alamat sel atau range. Argumen ini harus ditulis dengan diapit tanda kurung ().
A.Fungsi Logika
Fungsi logika adalah fungsi yang digunakan untuk menyelesaikan perhitungan-perhitungan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan fungsi logika yang digunakan adalah :
1. Fungsi If :
Bentuk penulisannya : =If(kondisi,nilai jika benar,nilai jika salah)
Contoh : =If(A5<17 anak-anak="" dewasa="">30,”panas”,if(A5>0,”hangat”,”dingin”))
2. Fungsi String
Fungsi string berfungsi untuk mengubah isi text numeric menjadi bilangan
1. Fungsi VALUE :
digunakan untuk merubah nilai value menjadi nilai text,
penulisannya : =VALUE(text)
2. Fungsi FIND :
digunakan untuk menghasilkan posisi substring dari sebuah string atau suatu nomor yang dicari,penulisannya : =FIND(cari text,pada text,mulai nomor)
3. Fungsi MID
digunakan untu mengambil karakter tertentu dari sederet karakter, penulisannya : =MID(text,posisi awal,jumlah karakter)
4. Fungsi LEFT atau RIGHT :
digunakan untuk mengambil substring sebelah kiri atau kanan string, penulisannya =LEFT atau =RIGHT(text,jumlah karakter)
5. Fungsi REPLACE :
digunakan untuk menggantikan substring dengan substring lain dalam sebuah string (sederetan karakter atau karakter),
penulisannya : =REPLACE(text lama,nomor awal,jumlah karakter,text baru)
6. Fungsi CONCATENATE :
digunakan untuk menggabungkan string menjadi satu kalimat maksimal 30 string,
penulisannya : =CONCATENATE(text1,text2,…)
B. Fungsi Tabel :
Fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP digunakan untuk membaca tabel secara vertikal (VLOOKUP) atau secara horizontal (HLOOKUP),
penulisanya : =HLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_num,…)
=VLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_num,…)17>
Fungsi sebenarnya adalah rumus yang sudah ada disediakan oleh Excel 2003, yang akan membantu dalam proses perhitungan. Kita tinggal memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Umumnya penulisan Fungsi harus dilengkapi dengan argumen, baik erupa angka, label, rumus, alamat sel atau range. Argumen ini harus ditulis dengan diapit tanda kurung ().
A.Fungsi Logika
Fungsi logika adalah fungsi yang digunakan untuk menyelesaikan perhitungan-perhitungan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan fungsi logika yang digunakan adalah :
1. Fungsi If :
Bentuk penulisannya : =If(kondisi,nilai jika benar,nilai jika salah)
Contoh : =If(A5<17 anak-anak="" dewasa="">30,”panas”,if(A5>0,”hangat”,”dingin”))
2. Fungsi String
Fungsi string berfungsi untuk mengubah isi text numeric menjadi bilangan
1. Fungsi VALUE :
digunakan untuk merubah nilai value menjadi nilai text,
penulisannya : =VALUE(text)
2. Fungsi FIND :
digunakan untuk menghasilkan posisi substring dari sebuah string atau suatu nomor yang dicari,penulisannya : =FIND(cari text,pada text,mulai nomor)
3. Fungsi MID
digunakan untu mengambil karakter tertentu dari sederet karakter, penulisannya : =MID(text,posisi awal,jumlah karakter)
4. Fungsi LEFT atau RIGHT :
digunakan untuk mengambil substring sebelah kiri atau kanan string, penulisannya =LEFT atau =RIGHT(text,jumlah karakter)
5. Fungsi REPLACE :
digunakan untuk menggantikan substring dengan substring lain dalam sebuah string (sederetan karakter atau karakter),
penulisannya : =REPLACE(text lama,nomor awal,jumlah karakter,text baru)
6. Fungsi CONCATENATE :
digunakan untuk menggabungkan string menjadi satu kalimat maksimal 30 string,
penulisannya : =CONCATENATE(text1,text2,…)
B. Fungsi Tabel :
Fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP digunakan untuk membaca tabel secara vertikal (VLOOKUP) atau secara horizontal (HLOOKUP),
penulisanya : =HLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_num,…)
=VLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_num,…)17>
Fungsi yang sering digunakan
1. fungsi Sum :
Digunakan untuk menjumlahkan sekumpulan data pada satu range, penulisannya : =SUM(number1,number2,..)
1. fungsi Sum :
Digunakan untuk menjumlahkan sekumpulan data pada satu range, penulisannya : =SUM(number1,number2,..)
2. Fungsi Average :
Digunakan untuk mencari nilai rata-rata,
penulisannya : =average(number1,number2,…)
3. Fungsi Max :
Digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data, penulisannya : =max(number1,number2,…)
4. Fungsi Min:
Digunakan untuk mencari nilai terendah dari sekumpulan data, penulisannya : =max(number1,number2,…)
5. fungsi Count :
Digunakan untuk menghitung jumlah data dari range yang kita pilih
6. Fungsi Stedev :
Digunakan untuk menentukan standart devisiasi dari suatu range, penulisannya : =stedev(number1,number2,…)
7. Fungsi Var :
Digunakan untuk menentukan nilai varience dari suatu range, penulisannya : =var(number1,number2,…)
Digunakan untuk mencari nilai rata-rata,
penulisannya : =average(number1,number2,…)
3. Fungsi Max :
Digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data, penulisannya : =max(number1,number2,…)
4. Fungsi Min:
Digunakan untuk mencari nilai terendah dari sekumpulan data, penulisannya : =max(number1,number2,…)
5. fungsi Count :
Digunakan untuk menghitung jumlah data dari range yang kita pilih
6. Fungsi Stedev :
Digunakan untuk menentukan standart devisiasi dari suatu range, penulisannya : =stedev(number1,number2,…)
7. Fungsi Var :
Digunakan untuk menentukan nilai varience dari suatu range, penulisannya : =var(number1,number2,…)
Tips Microsoft Excel : Membuat Kombinasi Rumus Dalam Sebuah Kalimat
Tips kali ini adalah tentang membuat suatu gambaran dari
data-data yang ada digabung menjadi satu yang nantinya menjadi sebuah informasi
yang menjadi satu kesatuan dengan kata lain kombinasi sebuah rumus didalam sebuah
kalimat.
Biasanya hal ini bisa kita gunakan ketika membuat suatu
laporan sehingga kita tidak perlu mengetik ulang ketika data yang menjadi acuan
bertambah terus karena sebelumnya kita sudah membuat satu patokan dalam
menentukan informasi tersebut muncul.
Contoh kali ini saya ambil adalah tentang data warga disuatu
RT yang berisi nama, alamat dan keterangan lainnya yang menyangkut data warga
tersebut.
Ok sekarang coba perhatikan gambar dibawah ini :
Gambar diatas kita umpamakan adalah database warga
disebuah perumahan di suatu RT, data berisi informasi Nopen (nomor Penduduk),
Nama Warga, Alamat lama (sebelum pindah), Alamat sekarang, Tempat Lahir,
Tanggal Lahir dan Status perkawinan.
Dengan data yang sudah ada tersebut kita menginginkan
semacam suatu keterangan atau rangkuman dari data-data tersebut yang menjadi
sebuah informasi yang utuh dikala kita ingin mencari data warga tersebut.
Nah sekarang anggaplah aplikasi yang kita buat adalah
seperti gambar dibawah ini :
Gambar diatas menerangkan dengan “hanya” mengetik Nomor Penduduk (Cell D3)
maka informasi yang muncul tidak hanya sebatas nama warga tapi data lainnya
yang tercantum didatabase tapi informasi tersebut tidak berdiri sendiri
melainkan menjadi sebuah rangkuman informasi (kalimat).
Yuk kita mulai membuat rumusnya :
- Untuk memunculkan Nama Warga (Cell D4) saya yakin yang biasa berkunjung kesini sudah paham, yaitu dengan menggunanakan Fungsi VLOOKUP, dan rumusnya adalah :
=IF(ISBLANK(D3),”",VLOOKUP(D3,Sheet2!$A$6:$B$8,2,FALSE))
Kali ini kita menambah Fungsi IF dan ISBLANK dengan tujuan ketika data yang tertera di Nomor Penduduk (Cell D3) kosong dalam arti tidak ada hurup atau angka yang diketik maka di Nama Warga (Cell D4) tidak akan muncul #N/ A.
Kali ini kita menambah Fungsi IF dan ISBLANK dengan tujuan ketika data yang tertera di Nomor Penduduk (Cell D3) kosong dalam arti tidak ada hurup atau angka yang diketik maka di Nama Warga (Cell D4) tidak akan muncul #N/ A.
- Karena kita ingin menampilkan profil warga tersebut di Keterangan (Cell D5) maka rumus yang kita bangun adalah sebagai berikut :
=D4&” adalah warga kami yang sekarang tinggal dan
berkedudukan di “&IF(ISBLANK(D3),”",VLOOKUP(D3,Sheet2!$A$6:$G$8,4,FALSE)&“ dimana sebelumnya adalah
warga pindahan dari “&IF(ISBLANK(D3),”",VLOOKUP(D3,Sheet2!$A$6:$G$8,3,FALSE)&“ adapun tempat dan
tanggal lahirnya yaitu “&IF(ISBLANK(D3),”",VLOOKUP(D3,Sheet2!$A$6:$G$8,5,FALSE)&”, “&IF(ISBLANK(D3),”",VLOOKUP(D3,Sheet2!$A$6:$G$8,6,FALSE)&“ dengan status perkawinan
sekarang adalah “&IF(ISBLANK(D3),”",VLOOKUP(D3,Sheet2!$A$6:$G$8,7,FALSE))))))
Perhatikan baik-baik jangan dulu pusing ya, bahwa ada
beberapa kalimat yang merupakan penjelasan dari rumus yang dibuat yang
bertujuan menjelaskan kondisi warga tersebut dan untuk yang lainnya saya rasa
cukup jelas.
Nah sekarang coba masukan salah satu nomor penduduk,
misalkan A121, maka yang muncul adalah
seperti gambar dibawah ini :
Mengenal Formula VLOOKUP
Kali ini kita akan belajar tentang
formula Excel VLOOKUP.
Langsung aja ya, karena
Nah, lalu buat tabel pekerjaan, dalam kasus saya adalah tabel penggajian karyawan. Dalam tabel ini saya menginginkan ketika saya mengetikan NIK dari salah satu karyawan, maka nama dan jabatan-nya akan muncul secara otomatis. Disinilah anda akan memakai
Penjelasannya sebagai berikut:
VLOOKUP digunakan untuk
mengambil nilai dari suatu tabel yang sudah kita tentukan. Misalnya rekan-rekan
mempunyai satu tabel yang berisi dengan data karyawan, dan kita ingin di sheet
penggajian, ketika di ketik nomor induk (NIK)-nya secara otomatis keluar nama
dan jabatan, VLOOKUP akan membantu
anda.Langsung aja ya, karena
VLOOKUP
membutuhkan tabel sumber data, maka anda harus membuatnya terlebih dahulu.
Dalam kasus saya ini, saya akan membuat tabel yang berisi dengan data karyawan,
saya mensimulasikannya dengan membuat kolom NIK, Nama Karyawan dan Jabatan.Nah, lalu buat tabel pekerjaan, dalam kasus saya adalah tabel penggajian karyawan. Dalam tabel ini saya menginginkan ketika saya mengetikan NIK dari salah satu karyawan, maka nama dan jabatan-nya akan muncul secara otomatis. Disinilah anda akan memakai
VLOOKUP,
VLOOKUP mempunyai
sintaks seperti ini: VLOOKUP(lookup_value,
table_array, col_index_num, range_lookup).Penjelasannya sebagai berikut:
- lookup_value: adalah cell atau range cell yang akan di isi dengan NIK yang akan di minta, dalam kasus ini terletak di tabel penggajian.
- table_array: adalah cell atau range cell yang berisi data sumber anda.
- col_index_num adalah akan menampilkan kolom keberapa dari data sumber anda. Kalau dalam contoh saya di atas berarti NIK adalah kolom 1, nama jabatan adalah kolom 2, dst.
- range_lookup diisi dengan FALSE atau TRUE. Parameter ini jika di isi dengan TRUE atau dikosongkan akan mencari data persis sama dengan data sumber dan sebaliknya.
Misalnya, jika saya mempunyai
range pencarian data dari B4 sampai B17, dan data sumber di Sheet Reff dan
mempunyai range cell B3 sampai D12 dan anda akan menampilkan nama karyawan,
maka anda dapat menuliskan rumus seperti ini:
Jika VLOOKUP tidak mendapati data atau permintaan data maka dia akan menghasilkan Not Available string yaitu N/A, untuk ‘membersihkan’-nya anda dapat menggabungkan dengan rumus ISERROR sehingga rumus akan menjadi seperti ini:
=VLOOKUP($B$4:$B$17;Reff!$B$3:$D$12;2).Jika VLOOKUP tidak mendapati data atau permintaan data maka dia akan menghasilkan Not Available string yaitu N/A, untuk ‘membersihkan’-nya anda dapat menggabungkan dengan rumus ISERROR sehingga rumus akan menjadi seperti ini:
=IF(ISERROR(VLOOKUP($B$4:$B$17;Reff!$B$3:$D$12;2));"";
(VLOOKUP($B$4:$B$17;Reff!$B$3:$D$12;2))).Mengenal Formula SUMIFS
Penjumlahan dengan kriteria tertentu
bisa dilakukan dengan formula
Penggunaan SUMIFS menjadi lebih sederhana, karena kita diijinkan memasukan kriteria terhadap sum range lebih dari 1. Misalnya kita ingin menjumlahkan data dari nomor 1 sampai dengan 7 (pada file contoh yang saya sertakan). Kolom kriteria ada di range A4 sampai A16 dan sum range dari C4 sampai C16. Maka untuk menjumlakannya jika kita memakai formula SUMIF maka kita harus harus menuliskan rumus sebagai berikut:
Tapi dengan
Jauh lebih efisien kan? Jika kita melihat contoh
SUMIF
dengan sangat sederhana. Hanya saja ada kelemahannya ketika menggunakan SUMIF
untuk menghitung data dengan range nilai untuk kriteria. Misalnya ingin
menghitung data dari tanggal 1 sampai 7. Jika memakai SUMIF, kita harus
menambahkan hasil SUMIF dengan kriteria 1, lalu dengan kriteria 2 dan ini
menjadi tidak efisien. Untuk hal itu di MS Office 2007, Excel menyediakan
formula dengan kegunaan SUMIF tetapi dengan multi kriteria, formula baru
tersebut bernama SUMIFS.Penggunaan SUMIFS menjadi lebih sederhana, karena kita diijinkan memasukan kriteria terhadap sum range lebih dari 1. Misalnya kita ingin menjumlahkan data dari nomor 1 sampai dengan 7 (pada file contoh yang saya sertakan). Kolom kriteria ada di range A4 sampai A16 dan sum range dari C4 sampai C16. Maka untuk menjumlakannya jika kita memakai formula SUMIF maka kita harus harus menuliskan rumus sebagai berikut:
=SUMIF(A4:A16;1;C4:C16)+SUMIF(A4:A16;2;C4:C16)+SUMIF(A4:A16;3;C4:C16)+SUMIF(A4:A16;4;C4:C16)+SUMIF(A4:A16;5;C4:C16)+SUMIF(A4:A16;6;C4:C16)+SUMIF(A4:A16;7;C4:C16)Tapi dengan
SUMIFS kita cukup
menuliskan seperti ini:=SUMIFS($C$4:$C$16;$A$4:$A$16;">=1";$A$4:$A$16;"<=7")Jauh lebih efisien kan? Jika kita melihat contoh
SUMIFS diatas maka sintaks formula nya adalah
sebagai berikut: SUMIFS(sum_range;
range_kriteria_1; kriteria_1; range_kriteria_2; kriteria_2... dst)Memberi Simbol Mata Uang
Seringkali dalam membuat laporan
keuangan, kita harus mencantumkan simbol mata uang rupiah sehingga yang membaca
tahu bahwa nilai itu adalah nilai nominal uang. Hal ini sebetulnya sepele sih,
hanya tidak ada salah-nya saya menulis tentang cara pemberian simbol mata uang
di dalam laporan kita ini (keliatan baru ngga dapat ide menulis artikel
hehehehe…). Untuk itu saya ingin menulis 2 cara pemberian simbol mata uang
negara kita (Rupiah).
Sebelumnya, cek dulu apakah setting regional kita sudah mengarah ke negara kita, Indonesia. Caranya:
Sebelumnya, cek dulu apakah setting regional kita sudah mengarah ke negara kita, Indonesia. Caranya:
- Klik Start -> Control Panel.
- Di
Control Panel, klik ganda Regional and
Language Options.
- Pastikan
di combo Customize to
choose your own format: adalah Indonesia, begitu juga
dengan Location.
- Klik tombol OK, nah sekarang kita sudah siap memberikan simbol mata uang-nya di Excel.
Cara yang pertama:
- Blok cell yang ingin di beri simbol.
- Klik kanan range cell yang telah terblok itu, pilih menu Format Cells…
- Di tab
Number, pilih Currency,
pilih isian combo Symbol
dengan Rp.
- Klik OK untuk mengeksekusi format-nya.
Cara yang kedua:
- Memakai
formula
DOLLAR. Formula ini akan menambahkan secara otomatis suatu nilai dengan mata uang negara pada setting Regional and Language Options. - Cara
penggunaannya sangat mudah,
=DOLLAR(cell_dari_nilai_yang_ingin_diberi_simbol_dollar). Misalnya nilai ada di cell A1, maka penggunaannya cukup dengan mengetik=DOLLAR(A1).
Manipulasi Teks Dengan Excel
Selain mempunyai rumus-rumus untuk memanipulasi
angka-angka di laporan kita, Excel juga handal dalam hal memanipulasi data
teks. Salah satunya adalah mengubah suatu data teks menjadi berhuruf kecil
semua, besar semua atau besar di awal kata saja.
Kali ini kita akan membahas pemakaian 3 rumus untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:
Kali ini kita akan membahas pemakaian 3 rumus untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:
- Membuat
huruf besar semua, rumus yang dipakai adalah
UPPER. Rumus ini akan membuat teks asal anda menjadi huruf besar semua, penggunaan rumus ini adalahUPPER(teks_asal). Misalnya data anda di cell A1, maka anda tinggal ketik rumus tersebut di satu cell kosong=UPPER(A1). - Membuat
huruf kecil semua, rumus yang dipakai adalah
LOWER. Rumus ini akan membuat teks asal anda menjadi huruf kecil semua, penggunaan rumus ini adalahLOWER(teks_asal). Misalnya data anda di cell A1, maka anda tinggal ketik rumus tersebut di satu cell kosong=LOWER(A1). - Membuat
huruf besar di setiap awal kata, rumus yang dipakai adalah
PROPER. Rumus ini akan membuat teks asal anda menjadi huruf besar di setiap awal kata, penggunaan rumus ini adalahPROPER(teks_asal). Misalnya data anda di cell A1, maka anda tinggal ketik rumus tersebut di satu cell kosong=PROPER(A1).
Mengganti Huruf Di Data Excel
Jika kita sering mendapat data dari orang
lain, terkadang format data yang kita dapatkan belum tentu sesuai dengan
keinginan kita terutama format data-nya. Misalnya jika kita mempunyai format
data JG02340234 sedangkan data aslinya memakai format JG-0234-0234 tentu hal
ini akan membuat format yang telah kita rencanakan bisa kacau. Merubahnya
satu-persatu tentu bukan suatu ide yang baik, apalagi jika jumlah barisnya
mencapai ratusan atau bahkan ribuan.
Nah, untungnya Excel sudah menyediakan satu fungsi yang bisa membuat kita me-replace dan mengganti karakter yang tidak kita inginkan menjadi karakter yang kita harapkan. Dan ini akan membuat efisien pekerjaan kita.
Rumus tersebut adalah
Nah, untungnya Excel sudah menyediakan satu fungsi yang bisa membuat kita me-replace dan mengganti karakter yang tidak kita inginkan menjadi karakter yang kita harapkan. Dan ini akan membuat efisien pekerjaan kita.
Rumus tersebut adalah
SUBSTITUTE.
Pemakaian SUBSTITUTE sebagai
berikut SUBSTITUTE(teks_asal;
huruf_yang_akan_diganti; huruf_pengganti; opsi). Untuk field
opsi bersifat optional, jika anda tidak mengisinya maka semua karakter di teks
asal akan di ganti dengan karakter yang telah anda pilih. Untuk penggunaan
biasanya saya mengosongkan opsi ini karena biasanya saya me-replace setiap
karakter di teks awal dengan karakter pilihan saya. Tapi jika anda ingin
mengganti karakter pertama saja yang di temukan, isilah dengan angka 1 dan jika
ingin mengganti karakter kedua saja yang ditemukan, isilah dengan angka 2 dan
seterusnya. Perlu diingat karena tipe data yang dibaca dan dihasilkan adalah
teks, anda perlu menambahkan karakter petik ganda (“) di awal dan akhir
huruf_yang_akan_diganti dan huruf_pengganti.FUNGSI LOGIKA IF NOT, IF OR, IF AND DAN VLOOKUP & HLOOKUP
Fungsi Logika Microsoft Excel 2007
Fungsi Logika
Microsoft Excel 2007-
Dalam melakukan perhitungan, seringkali ditemukan adanya beberapa pilihan yang
harus ditentukan. Sebagai contoh, dari nilai mahasiswa akan ditentukan apakah
mahasiswa tersebut lulus atau tidak, dan jika lulus apakah predikat dari
nilainya tersebut. Dalam menangani hal ini telah disediakan fungsi untuk
percabangan, yaitu dengan mengunakan fungsi IF. Fungsi ini digunakan untuk
menguji suatu kondisi atau logika, yang akan menentukan nilai kembali ke-1 jika
kondisi tersebut bernilai benar dan menentukan nilai kembali ke-2 jika kondisi
tersebut salah. Cara penggunaan:
|
Keterangan:
|
|
|
Kondisi
|
Suatu ungkapan logika yang berupa perbandingan.
|
|
Nilai_Jika_Benar
|
Nilai yang dihasilkan jika pengujian kondisi bernilai
benar.
|
|
Nilai_Jika_Salah
|
Nilai yang dihasilkan jika pengujian kondisi bernilai
salah.
|
Sebagai contoh, dalam menampilkan
status kelulusan mahasiswa dengan melihat nilai ujian yang sudah dijalaninya
sebagai berikut.
Gambar 5.8 Data awal untuk mencari status kelulusan
Untuk mendapatkan status “LULUS”
mahasiswa harus mempunyai nilai lebih besar dari 50. Jika nilainya kurang dari
50, maka akan diberi status “TIDAK LULUS”.
a. Penggunaan
Fungsi IF
Untuk dapat menyelesaikannya
dibutuhkan fungsi logika, yaitu fungsi IF. Untuk lebih jelasnya, berikut
disampaikan beberapa paparan tentang penggunaan fungsi IF. Fungsi IF dengan
format lengkap adalah sebagai berikut.
IF(logical_test;value_if_true;value_if_false)
Keterangan:
logical_test merupakan syarat dari percabangan.
value_if_true merupakan nilai jika syarat percabangan terpenuhi.
value_if_false merupakan nilai jika syarat percabangan tidak terpenuhi.
Langkah-langkah untuk menyelesaikannya melalui function wizard adalah sebagai berikut.
1) Klik pada sel D3.
2) Klik Formulas, pilih Logical, kemudian klik fungsi IF.
Keterangan:
logical_test merupakan syarat dari percabangan.
value_if_true merupakan nilai jika syarat percabangan terpenuhi.
value_if_false merupakan nilai jika syarat percabangan tidak terpenuhi.
Langkah-langkah untuk menyelesaikannya melalui function wizard adalah sebagai berikut.
1) Klik pada sel D3.
2) Klik Formulas, pilih Logical, kemudian klik fungsi IF.
Gambar 5.9 Pemilihan Fungsi IF melalui Category Logical.
3) Ubah setting pada kotak dialog
fungsi IF seperti berikut.
Gambar 5.10 Setting melalui function wizard
Pada Logical Test ditulis C3 > 50
adalah karena di sel C3-lah letak dari nilai yang akan dilakukan penyeleksian.
Ketikkan syaratnya pada isian logical_test, misalnya C3>50 yang artinya jika
data di sel C3 lebih besar atau sama dengan 50 maka bernilai benar dan jika
kurang dari 50 maka bernilai salah. Ketikkan teks “Lulus” pada isian value_if_true,
yang artinya jika pada logical_test bernilai benar maka teks ini yang akan
dihasilkan/dikeluarkan. Ketikkan teks “Tidak Lulus” pada isian value_if_false,
yang artinya jika pada logical_test bernilai salah maka teks ini yang akan
dihasilkan/dikeluarkan.
4) Klik OK. Copy-kan formula ke sel
di bawahnya.
Pemberian tanda “ ” merupakan tambahan jika ingin menambahkan statement berupa kalimat atau string. Didapatkan hasil akhir seperti gambar berikut.
Pemberian tanda “ ” merupakan tambahan jika ingin menambahkan statement berupa kalimat atau string. Didapatkan hasil akhir seperti gambar berikut.
Gambar 5.11 Hasil akhir pemberian status kelulusan
b. Percabangan
beberapa Tingkat
Percabangan tidak hanya pemisahan menjadi dua kemungkinan saja, namun juga bisa menjadi banyak kemungkinan. Untuk percabangan yang memisahkan ke banyak kemungkinan harus menggunakan IF secara bertingkat.
Tabel 5.4. Fungsi Logika
Percabangan tidak hanya pemisahan menjadi dua kemungkinan saja, namun juga bisa menjadi banyak kemungkinan. Untuk percabangan yang memisahkan ke banyak kemungkinan harus menggunakan IF secara bertingkat.
Tabel 5.4. Fungsi Logika
|
Fungsi
|
Keterangan
|
|
IF
|
Menentukan suatu tes logika untuk dikerjakan, dan
mempunyai bentuk: =IF(tes logika, nilai jika benar, nilai jika salah)
|
|
AND, OR, dan NOT
|
Merupakan fungsi tambahan untuk mengembangkan tes kondisi.
Fungsi AND dan OR maksinal berisi 30 argumen logika, sedangkan NOT hanya
mempunyai satu argumen logika, mempunyai bentuk: AND (logika1,logika2, …,logika30)
OR (logika1,logika2, …,logika30) NOT (logika) |
Pembahasan fungsi IF di atas dengan
Tes Logika Tunggal, Tes Logika dapat dikembangkan dengan tambahan salah satu
fungsi AND, OR, atau NOT. Bentuk fungsi IF dengan tes logika yang dikembangkan
adalah sebagai berikut.
= IF (OR(Tes
Logika1;Tes Logika2);Nilai jika benar;Nilai jika salah)
Contoh:
Contoh:
Sebuah perusahaan akan merekrut
tenaga satuan pengaman (satpam) dengan ketentuan pengalaman kerja minimal empat
tahun dan usia maksimal 35 tahun. Perusahaan melakukan seleksi administrasi
dengan kriteria tersebut. Pelamar yang memenuhi syarat akan mengikuti seleksi
selanjutnya, sedangkan yang tidak memenuhi syarat dinyatakan gugur. Kasus
tersebut dapat diterjemahkan ke dalam fungsi IF seperti berikut ini.
= IF(AND(Kerja>=4;Usia<=35);Wawancara;Gugur)
Fungsi tambahan adalah AND karena
kedua tes logika merupakan kriteria yang harus terpenuhi, perhatikan penerapan
fungsi tersebut dalam baris rumus worksheet.
Gambar 5.12 Fungsi IF dengan 2 tes logika
Istilah fungsi IF bercabang adalah
kasus yang mempunyai banyak tingkat pengujian tes logika yang diselesaikan
dengan fungsi IF. Sebagai contoh sebuah lembar kerja berisi data hasil ujian
statistik. Berdasarkan nilai ujian akan dikonversikan dalam bentuk huruf dengan
ketentuan sebagai berikut.
|
Nilai
|
Huruf
|
|
0 – 59
|
E
|
|
60 – 74
|
D
|
|
75 – 84
|
C
|
|
85 – 94
|
B
|
|
95 – 100
|
A
|
Perhatikan penyelesaian dengan fungsi
IF dalam lembar kerja seperti pada gambar berikut.
Gambar 5.13 Contoh fungsi IF bercabang
Sel E5 diisi dengan rumus:
=IF(D5<60 span="">60>
c. Mencari Jumlah
Kadangkala diperlukan sebuah informasi untuk menampilkan berapa jumlah data yang memenuhi kriteria tertentu. Misalnya, dalam sebuah daftar nilai ingin diketahui berapa orang yang mendapat nilai “A”. Untuk itu telah disediakan sebuah fungsi sebagai berikut.
=COUNTIF(range,criteria)
=IF(D5<60 span="">60>
c. Mencari Jumlah
Kadangkala diperlukan sebuah informasi untuk menampilkan berapa jumlah data yang memenuhi kriteria tertentu. Misalnya, dalam sebuah daftar nilai ingin diketahui berapa orang yang mendapat nilai “A”. Untuk itu telah disediakan sebuah fungsi sebagai berikut.
=COUNTIF(range,criteria)
Di mana pada area yang disebutkan di
range akan dicari berapa jumlah sel yang sesuai dengan kriteria. Contoh
=COUNTIF(B2:B57,”A”) artinya dicari berapa jumlah sel yang berisi “A” pada
range B2 sampai B57. Pada contoh sebelumnya, dikembangkan untuk mencari jumlah
lulus dan tidak lulus, sehingga nantinya data akan menjadi seperti di bawah
ini.
Gambar 5.14 Hasil akhir penambahan fungsi COUNTIF
Untuk dapat menambahkan hasil
tersebut, lakukan penambahan fungsi COUNTIF pada C9 sebagai berikut melalui
function wizard.
Gambar 5.15 Pengubahan setting fungsi COUNTIF untuk sel C9
Sedangkan untuk mendapatkan jumlah
yang tidak lulus, lakukan penambahan fungsi COUNTIF pada C10 sebagai berikut
melalui function wizard.
Gambar 5.16 Pengubahan setting fungsi COUNTIF untuk sel C10
Nilai yang kita olah melalui Excel
sebenarnya dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu nilai formula dan nilai
acuan. Materi yang selama ini dijelaskan pada bab-bab sebelumnya adalah nilai
formula, di mana semua nilai yang diolah menjadi satu dengan formula yang
dihitung, misal =A1*20. Angka 20 merupakan nilai formula, sedangkan pada
beberapa keadaan di mana nilai tersebut sering berubah dapat kita gunakan nilai
acuan agar tidak perlu mengubah melalui formula. Untuk memudahkan menggunakan
nilai acuan, Excel menyediakan fasilitas Fungsi Lookup, fungsi ini akan melihat
nilai pada tabel yang lain apakah nilai yang dicocokan ada pada tabel tersebut,
untuk kemudian diambil nilainya.
Latihan berikut ini mencoba
menggunakan logika IF untuk menentukan Jenis Barang, Nama Barang, dan Harga
Barang, berdasarkan Kode Barang yang telah ditentukan. Di sini Anda juga akan
menggunakan beberapa fungsi String.
Langkah Awal Buatlah data sebagai berikut.
Gambar 6.24 Data awal
Langkah
Penyelesaian
(1) Isi sel B5 dengan formula:
=IF(LEFT(A5;1)=”A”;”Air Mineral”;””)
Pengertian:
Jika 1 huruf pertama dari sel A5
adalah “A”, maka isi sel B5, dengan teks “Air Mineral”, jika tidak maka
kosongkan sel B5.
(2) Gandakan sampai sel B10. Apa
yang Anda lihat? Sel B7 sampai B10 berisi nilai FALSE. Kenapa? Ya, karena Anda
baru melakukan satu pengujian untuk huruf “A”, saja.
(3) Klik kembali sel B5, lanjutkan
penulisan formula dengan diawali menekan tombol F2 pada keyboard, hapus sebagian formula (sisi kanan), sampai
batas simbil semicolon (;) lengkapi hingga
formula menjadi:
=IF(LEFT(A5;1)=”A”;”Air
Mineral”;IF(LEFT(A5;1)=”S”;”Susu”))
Saat Anda menekan tombol Enter untuk mengakhiri pengetikan formula, Anda
akan mendapatkan pesan seperti gambar ilustrasi di bawah ini:
Gambar 6.25 Peringatan kesalahan
pemasukan formula
Tekan saja tombol Enter sekali lagi, atau klik tombol Yes. Kotak pesan tersebut adalah pesan yang
memberitahu kepada Anda bahwa Anda melakukan kesalahan penulisan formula.
Tetapi perlu diingat, kesalahan yang Anda lakukan bukanlah kesalahan struktural
dari penggunaan fungsi IF, ini hanyalah kesalahan karena Anda lupa atau malas
untuk mengetikkan tanda kurung tutup (“)”) untuk mengakhiri penggunaan fungsi
IF. Lain halnya jika Anda mendapatkan kotak pesan berikut ini:
Gambar 6.26 Peringatan kesalahan
pemasukan formula yang cukup fatal
Ini adalah kesalahan yang cukup
fatal, kemungkinan karena Anda lupa mengisikan parameter yang diperlukan atau
kesalahan menuliskan simbol.
(4) Gandakan kembali sampai sel B5.
Sekarang tinggal B9 dan B10 saja yang berisi nilai FALSE.
(5) Terakhir lengkapi formula
hingga:
=IF(LEFT(A5;1)=”A”;”Air
Mineral”;IF(LEFT(A5;1)=”S”;”Susu”;”Kopi”))
Atau:
=IF(LEFT(A5;1)=”A”;”Air
Mineral”;IF(LEFT(A5;1)=”S”;”Susu”;IF(LEFT(A5;1)=”K”; “Kopi”;”Tidak terdata”)))
(6) Gandakan kembali sampai sel B10.
Ya, itulah cara efektif untuk melakukan pengujian. Jangan langsung menguji
secara lengkap, lakukan secara bertahap bertahap.
(7) Klik sel C5, ketikkan formula:
=IF(MID(A5;2;2)=”BL”;CONCATENATE(B5;” “;”Botol”);””)
Pengertian:
Jika mulai huruf ke dua dari sel A5
sebanyak dua huruf adalah “BL”, maka isi sel C5, dengan menggabungkan
(Concatenate) isi dari sel B5, spasi (“ ”) dan “Botol”. Jika tidak, maka
kosongkan sel C5.
(8) Gandakan sampai sel C10.
(9) Lakukanlah cara pengujian
seperti contoh langkah pengujian untuk sel B5 di atas, hingga pada formula C5
berisi formula:
=IF(MID(A5;2;2)=”BL”;CONCATENATE(B5;”“;”Botol”);IF(MID(A5;2;2)=”GL”;CONCATENATE(B5;”“;”Gelas”);IF(MID(A5;2;2)=”SC”;CONCATENATE(B5;”
“;”Sachet”);IF(MID(A5;2;2)=”KL”;CONCATENATE(B5;” “;”Kaleng”);IF(MID(A5;2;2)=”MN”;CONCATENATE(B5;”
“;”Murni”);IF(MID(A5;2;2)=”SU”;CONCATENATE(B5;” “;”Susu”);”Tidak dikenal”))))))
(10) Gandakan sampai sel C10.
Gambar 6.27 Hasil akhir yang akan
Anda Dapatkan
(11) Klik sel D5, ketikkan formula
berikut:
=IF(RIGHT(A5;1)=”1”;500;0)
Pengertian:
Jika 1 huruf dari sisi kanan A5
adalah teks 1 (satu), maka isi sel D5, dengan nilai angka 1500. Jika tidak, maka
isi sel D5 dengan nilai angka 0 (nol).
(12) Gandakan hingga sel D10.
(13) Lakukan cara pengujian
bertahap, hingga akhir formula untuk sel D5 adalah, sebagi berikut:
=IF(RIGHT(B6;1)=”1”;500;IF(RIGHT(B6;1)=”2”;1000;IF(RIGHT(B6;1)=”8”;4000;0)))
(14) Gandakan hingga sel D10.
(15) Bingkailah hingga tampak
menarik.
FUNGSI VLOOKUP dan HLOOKUP
VLOOKUP : mencari nilai, dimana tabel ketentuannya beberbentuk
vertical (datanya tersusun kebawah)
HLOOKUP : mencari nilai, dimana tabel ketentuannya beberbentuk horizontal (datanya tersusun mendatar).
Rumus Vlookup
HLOOKUP : mencari nilai, dimana tabel ketentuannya beberbentuk horizontal (datanya tersusun mendatar).
Rumus Vlookup
= VLOOKUP(sel yang diuji,
tabel ketentuan, nomor index kolom)
Contoh Soal 1
Langkah pengisian Nama Barang
1. Tempatkan penunjuk sel pada sel C6
2. Ketikkan rumusnya :
Langkah pengisian Nama Barang
1. Tempatkan penunjuk sel pada sel C6
2. Ketikkan rumusnya :
=VLOOKUP(B6,$B$16:$C$18,2)
3. Copy hasil tersebut sampai data
terakhir
Contoh Soal 2
Langkah pengisian Harga Satuan
1. Tempatkan penunjuk sel pada sel D6
2. Ketikkan rumusnya :
Contoh Soal 2
Langkah pengisian Harga Satuan
1. Tempatkan penunjuk sel pada sel D6
2. Ketikkan rumusnya :
=VLOOKUP(B6,$B$16:$D$18,3)
3. Copy hasil tersebut sampai data
terakhir
Rumus Hlookup
Rumus Hlookup
= HLOOKUP(sel yang diuji, tabel
ketentuan, nomor index baris)
Contoh Soal 1
Langkah pengisian Nama Barang
1. Tempatkan penunjuk sel pada sel C6
2. Ketikkan rumusnya :
Langkah pengisian Nama Barang
1. Tempatkan penunjuk sel pada sel C6
2. Ketikkan rumusnya :
=HLOOKUP(B6,$B$15:$E$16,2)
3. Copy hasil tersebut sampai data terakhir
Contoh Soal 2
Langkah pengisian Harga Satuan
1. Tempatkan penunjuk sel pada sel D6
2. Ketikkan rumusnya :
Contoh Soal 2
Langkah pengisian Harga Satuan
1. Tempatkan penunjuk sel pada sel D6
2. Ketikkan rumusnya :
=HLOOKUP(B6,$B$15:$E$17,3)
3. Copy hasil tersebut sampai data
terakhir
CONTOH APLIKASI PENGGUNAAN TABEL PIVOT
Pivot table digunakan untuk melakukan rekapan perhitungan berdasar data yang ada.
Contoh Soal
Silahkan anda mengetikkan data berikut
Kalau anda ditanya berapa pengeluaran jumlah pengeluaran tiap bulan bagaimana anda menyelesaikannya? Contoh lain berapa pengeluaran per jenis aktivitas selama satu tahun, berapa beban kerja penanggung jawab per bulan dan lain lain. Nah disinilah fungsi pivot table akan digunakan. Apalagi kalau jumlah datanya sangat banyak, ribuan data, maka fungsi pivot tabel akan sangat berguna bagi anda.
Penggunaan Pivot Table
pivot table seperti pada gambar berikut àUntuk menggunakan pivot table caranya silahkan klik menu insert
CONTOH APLIKASI PENGGUNAAN TABEL PIVOT
Pivot table digunakan untuk melakukan rekapan perhitungan berdasar data yang ada.
Contoh Soal
Silahkan anda mengetikkan data berikut
Kalau anda ditanya berapa pengeluaran jumlah pengeluaran tiap bulan bagaimana anda menyelesaikannya? Contoh lain berapa pengeluaran per jenis aktivitas selama satu tahun, berapa beban kerja penanggung jawab per bulan dan lain lain. Nah disinilah fungsi pivot table akan digunakan. Apalagi kalau jumlah datanya sangat banyak, ribuan data, maka fungsi pivot tabel akan sangat berguna bagi anda.
Penggunaan Pivot Table
pivot table seperti pada gambar berikut àUntuk menggunakan pivot table caranya silahkan klik menu insert
Setelah anda mengklik pivot tabel akan muncul tampilan
Kemudian pilih lokasi hasil pivot table di existing worksheet seperti pada gambar berikut
Lalu klik OK. Kalau tahap anda benar, maka akan muncul menu pivot tabel seperti pada gambar berikut
Untuk membuat pengeluaran per bulan, anda cukup memasukkan bulan di row label dan nilai di value,
Perhatikan, pivot tabel sudah menghitungkan untuk anda jumlah pengeluaran tiap bulan
Kalau kombinasi misalnya pengeluaran per bulan per jenis aktivitas, maka anda tinggal memasukkan jenis aktivitas di column labels seperti pada gambar berikut